Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum di Gedung Prof. Soedarto, SH Tembalang Kampus Universitas Diponegoro pada Kamis (16/02)
Indonesia Bisa Bebas Utang, Asal…

Semarang, 17/02/17 Kemenkeu - Saat ini, Indonesia masih menganut kebijakan ekspansif dimana belanja lebih besar daripada penerimaan, yang tujuannya adalah untuk menggerakkan perekonomian. Dengan adanya celah anggaran ini, maka pemerintah melakukan pembiayaan melalui utang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk berhenti “meminjam”.

“Banyak yang menanyakan, kapan bu kita berhenti pinjam? Saya akan berhenti pinjam kalau pendapatan kita lebih dari belanja,” tegas Menkeu saat memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang pada Kamis (16/02). Sebagai negara yang terus melakukan pembangunan, Indonesia membutuhkan anggaran belanja infrastruktur yang tinggi. “Dan untuk membangun, penerimaan itu tidak datang dari langit,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah terus berupaya memperbaiki tax ratio untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. Tax ratio sebagai indikator jumlah pembayar pajak masih tergolong rendah di kisarang 11 persen. Ini berarti masih besar peluang untuk meningkatkan penerimaan pajak. “Jadi, jangan lupa bayar pajak ya,” tegasnya. (as/rsa)