Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan pembangunan jalan tol Semarang-Solo, Semarang pada Jumat (17/02)
Menkeu Meninjau Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo

Semarang, 17/02/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan   pembangunan jalan tol Semarang-Solo khususnya di Seksi III Bawen-Salatiga yang direncanakan dibangun sepanjang 17,60 km.

"Hari ini saya bersama Menteri PUPR melihat secara fisik berbagai program jalan terutama tadi Semarang-Solo sepanjang 73 km dan progress yang dihadapi terutama dari sisi mensinkronkan masalah pembiayaan dengan kebutuhan untuk menyelesaikan secara fisik karena jalan raya merupakan salah satu urat nadi terutama di daerah, dimana aktivitas masyarakat dan ekonomi, dimana mobilitas masyarakat antar kota sudah semakin tinggi dan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda," ujar Menkeu.

Jalan Tol Semarang–Solo menghubungkan Kota Semarang, Salatiga, dan Surakarta serta melewati 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sukoharjo. Tol ini mulai dibangun tahun 2009 dengan total lintasan sepanjang 72,64 km dan sampai saat ini pembangunannya masih berlangsung. Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jalan Tol Semarang dengan Jalan Tol Solo-Ngawi yang juga telah dimulai pembangunan konstruksinya.

"Kita meminta kepada Menteri PUPR dan BPJT untuk memikirkan, nanti kita bersama-sama dengan Kementerian Keuangan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk bisa mampu membiayai secara baik dan merangkum resiko dengan baik juga, sehingga kemajuan fisiknya tidak terhalang dengan kendala pembiayaan. Kita tentu juga berharap bahwa dengan skema pembiayaan baik melalui subsidi, penjaminan maupun berbagai fasilitas yang dimiliki oleh BUMN dibawah Kementerian Keuangan dan juga dari penjaminan maupun dari project development fund bisa digunakan oleh berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur," jelas Menkeu. (Ip/nr)