Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


PENGUMUMAN DAN PENDAFTARAN

1. Kapan pendaftaran CPNS akan dimulai?

Pengumuman Awal berisi informasi mengenai lowongan penerimaan CPNS dimulai tanggal 11 November 2019, kemudian Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui portal https://sscasn.bkn.go.id/" mulai tanggal 15 s.d. 29 November 2019 dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) / NIK pada Kartu Keluarga (KK) dan Nomor KK / NIK Kepala Keluarga.

2. Untuk tahun 2019, berapa jumlah formasi yang di butuhkan?

sebanyak 202 formasi dengan rincian:

Pendidikan

Jumlah

S2

3

S1

112

DIII

77

SMK

10

3. Jabatan apa saja yang dibutuhkan?

Terdapat sebanyak 11 nama jabatan, yaitu:

a) Lulusan SMK: Anak Buah Kapal yaitu Juru Mudi dan Juru Minyak
b) Lulusan D III: Pengelola Administrasi Pemerintahan, Pengelola Keuangan dan Pengelola Teknologi Informasi.
c) Lulusan Sarjana (S1):Analis Hukum, Analis Kerjasama, Analis Keuangan, Analis Sistem Informasi, Analis Sumber Daya Manusia Aparatur.
d) Lulusan Magister (S2): Analis Kebijakan – Ahli Pertama.

4. Jika diterima, dimana akan ditempatkan?

akan ditempatkan di 10 unit eselon I dengan formasi berikut:

Unit Eselon I

Jumlah Formasi

Sekretariat Jenderal

41

Direktorat Jenderal Anggaran

13

Direktorat Jenderal Pajak

50

Direktorat Jenderal Bea Cukai

10

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

48

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

3

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

2

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

6

Badan Kebijakan Fiskal

19

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan

10

Jumlah

202

5. Berapa IPK / nilai minimal untuk mendaftar?

6. Bagaimana jika muncul informasi “NIK sudah terdaftar” ketika membuat akun pendaftaran?

Silahkan akses halaman Helpdesk SSCASN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn kemudian pilih menu “NIK didaftarkan orang lain” dan lengkapi form isian yang tersedia.

7. Apakah diperbolehkan menggunakan Surat Keterangan Kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk pendaftaran?

Surat Keterangan Kependudukan dapat digunakan untuk persyaratan melamar CPNS Tahun 2019.

8. Apakah lulusan SMK Umum (Bukan SMK Pelayaran) tetapi memiliki Sertifikat keahlian ANT-IV/ATT-IV dapat mendaftar di formasi Juru Mudi / Juru Minyak?

Tidak Bisa.

9. Apakah ada biaya saat pendaftaran?

Tidak Ada.

10. Apakah saat pendaftaran, dapatkah langsung datang ke kantor Kementerian Keuangan di daerah saya?

Tidak bisa, pendaftaran pelamar rekrutmen CPNS, hanya melalui website SSCASN atau Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara merupakan situs resmi pendaftaran ASN secara nasional sebagai pintu pendaftaran pertama seleksi ASN ke seluruh instansi baik Pusat maupun Daerah dan dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara RI sebagai Panitia Seleksi Penerimaan Nasional. SSCASN dapat diakses dengan alamat https://sscasn.bkn.go.id

11. Bagaimana jika data Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), Nama Lengkap sesuai KTP, Tempat Lahir sesuai KTP, Tanggal Lahir sesuai KTP saya tidak ditemukan/tidak sesuai di halaman Akun?

Pelamar dapat menghubungi:
1. Dinas Dukcapil Kab/Kota masing-masing untuk konsolidasi data; atau
2. Call center Halo Dukcapil, dengan mengirimkan data sesuai format berikut:
# NIK
# Nama_Lengkap
# Nomor_Kartu_Keluarga
# Nomor_Telp
# Permasalahan

Layanan Helpdesk Ditjen Dukcapil:

Hotline : 1500537
WA : 08118005373
SMS : 08118005373
Email : callcenter.dukcapil@gmail.com

12. Bagaimana pengisian data Nama Pelamar, jika ada perbedaan Nama pada Ijazah dan KTP?

"Nama" yang diisikan adalah sesuai nama yang tertera pada IJAZAH tanpa gelar.

13. Apakah saya dapat melamar lebih dari 1 (satu) jabatan?

Untuk formasi CPNS tahun 2019, setiap pelamar HANYA dapat mendaftar 1 (satu) formasi jabatan pada 1 (satu) instansi dalam 1 (satu) kali periode pendaftaran.

14. Bagaimana jika data tempat lahir saya tidak ada di referensi?

Data tempat lahir yang digunakan sampai pada Daerah Tingkat II (Kab/Kota) pada saat Pelamar lahir dan bukan data wilayah pemekaran saat ini. Pastikan data tempat lahir yang Pelamar ketikkan benar. Jika masih membutuhkan penambahan referensi maka Pelamar dapat melakukan permintaan penambahan data tempat lahir dengan menuju ke halaman Helpdesk SSCASN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn.

15. Setelah melakukan pendaftaran, apakah bisa langsung login untuk melanjutkan pengisian biodata pendaftaran?

Setelah melakukan pendaftaran akun, maka Pelamar dapat langsung melakukan pengisian biodata pendaftaran dengan login menggunakan NIK serta password yang sudah dibuat di halaman akun.

16.Dapatkah saya mengganti/membatalkan instansi yang telah saya pilih?

Pelamar dapat mengganti instansi yang telah dipilih selama Pelamar belum mengklik tombol "Akhiri Pendaftaran".
Apabila Pelamar telah mengakhiri pendaftaran, maka tidak dapat melakukan perubahan kembali.

17.Bagaimana jika kode Captcha tidak terbaca atau tidak tampil?

Lakukan clear history (bersihkan riwayat dan cookies) kemudian refresh browser.

18.Bagaimana jika Perguruan Tinggi saya tidak tersedia di referensi?

Silahkan akses halaman Helpdesk SSCASN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn kemudian pilih menu “Perguruan Tinggi Tidak Ditemukan” dan lengkapi form isian yang tersedia.

19.Apa maksud scan asli dokumen?

Scan asli artinya adalah dokumen (ijazah/transkrip/sertifikat/ktp, dll) yang di-scann adalah dokumen ASLI, bukan dokumen fotokopi atau hasil cetak/print. Softfile hasil scan dari dokumen ASLI berbentuk pdf dan berwarna sesuai dengan dokumen ASLI-nya (bukan berupa tampilan hitam putih).

20.Bagaimana cara unggah dokumen persyaratan?

Pastikan ukuran file dan jenis file yang akan di unggah tidak melebihi dari batasan masing masing dokumen yang dipersyaratkan di SSCASN. Apabila melebihi dari batasan ukuran yang ditetapkan,maka secara otomatis file atau dokumen yang Pelamar unggah akan ditolak oleh sistem.

21.Bagaimana jika saya gagal unggah dokumen persyaratan?

Silahkan refresh halaman dan pastikan ukuran file dan jenis file yang akan di unggah tidak melebihi dari batasan masing-masing dokumen yang dipersyaratkan dalam aplikasi SSCASN.

22.Dokumen apa saja dan berapa ukuran dan tipe file yang diunggah?

  1. Scan Pas Foto berlatar belakang merah maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.
  2. Scan Swafoto maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.
  3. Scan KTP maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.
  4. Scan Surat Lamaran maksimal 300 Kb bertipe file pdf.
  5. Scan Ijazah maksimal 800 Kb bertipe file pdf.
  6. Scan Transkrip Nilai maksimal 500 Kb bertipe file pdf.
  7. Scan Dokumen Pendukung/Sertifikat lainnya maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

23.Bagaimana agar proses unggah dokumen dapat lebih cepat?

Bersihkan riwayat pelacakan, cache, cookies, gunakan koneksi internet yang stabil, space bandwith yang cukup sehingga dalam pengiriman file atau berkas tidak mengalami kendala.

24. Saya sudah melamar secara online, apakah perlu mengirimkan berkas fisik untuk seleksi administrasi?

Tidak perlu. 

25. Apakah saya dapat mengganti dokumen yang sudah saya unggah?

Dokumen yang sudah diunggah masih dapat diganti selama Pelamar belum klik “Akhiri Pendaftaran”.

26. Bagaimana jika hasil cetak Kartu Pendaftaran SSCN tidak sesuai dengan isian?

Lakukan clear history/bersihkan riwayat pelacakan, cache, cookies kemudian refresh browser.

27. Bagaimana cara mencetak ulang Kartu Informasi Akun SSCN 2019?

Silahkan login ke halaman https://sscn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK dan password yang telah Pelamar buat, lalu tekan tombol Cetak Kartu Informasi Akun.

28. Bagaimana jika Kartu Pendaftaran SSCN 2019 saya hilang?

Silahkan login ke halaman https://sscn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK dan password yang telah dibuat, lalu tekan tombol Cetak Kartu Pendaftaran.

29. Pada saat pendaftaran, bagaimana jika terdapat perbedaan penulisan nama pada ijazah dan KTP?

Pengisian data pada saat pendaftaran disesuaikan dengan dokumen tersebut dibawah ini:

Data yang diisi

Disesuaikan

Nama Lengkap Pelamar

Ijazah

Tanggal Lahir Pelamar

Ijazah

Tingkat Pendidikan

Ijazah

Program studi

Ijazah

Perguruan Tinggi Terakreditasi

Ijazah/Sertifikat

IPK

Transkrip

30. Jika akreditasi telah habis pada saat tanggal kelulusan, bagaimana ketentuan perhitungan akreditasinya?

Dalam kondisi tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 32 tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi maka Akreditasi yang berlaku adalah akreditasi yang terakhir (akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya) dengan syarat Perguruan Tinggi tersebut telah mengajukan reakreditasi tetapi belum ditetapkan hasilnya oleh BAN-PT. Pada proses pendaftaran online, saat upload berkas ijazah, Pelamar wajib mengunggah surat keterangan pengajuan reakreditasi yang dikeluarkan oleh pihak Perguruan Tinggi.

31. Bagaimana jika ijazah hilang?

Untuk ijazah yang hilang, maka menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah yang dikeluarkan oleh Pimpinan Universitas/Institut yang bersangkutan sebagaimana telah disampaikan pada https://rekrutmen.kemenkeu.go.id/#/IjazahHilang

PERSYARATAN

1. Berapa batas usia Pelamar CPNS Kemenkeu Tahun 2019?

Batas Umur Pelamar pada saat melakukan pendaftaran online:

2. Apakah diperbolehkan menggunakan Surat Keterangan Kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk pendaftaran?

Surat Keterangan Kependudukan dapat digunakan untuk persyaratan melamar CPNS Tahun 2019.

3. Apakah diperbolehkan menggunakan Surat Keterangan Lulus dari Universitas untuk pendaftaran?

Tidak diperbolehkan.

4. Apakah diperbolehkan menggunakan Ijazah dan Transkrip Sementara untuk pendaftaran?

Tidak diperbolehkan.

5. Apakah diperbolehkan mendaftar kembali menjadi CPNS jika sudah pernah mengundurkan diri dari CPNS?

Calon PNS yang mengundurkan diri pada saat menjalani masa percobaan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti seleksi pengadaan PNS untuk periode selanjutnya.

6. Apakah diperbolehkan memilih formasi yang lebih rendah dari ijazah yang saya miliki? (Misal: Saya memiliki ijazah S2 untuk melamar formasi S1)

Tidak bisa. Ijazah yang digunakan untuk melamar harus dengan formasi dan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.

7. Apakah Akreditasi  yang digunakan saat mendaftar adalah status akreditasi pada saat pelamar lulus atau akreditasi saat ini?

Akreditasi yang diakui adalah status akreditasi yang tertera pada saat kelulusan sesuai dengan tanggal ijazah.

8. Apakah lulusan Diploma IV bisa mendaftar di formasi Sarjana (S1)?

Tidak bisa.

FORMASI UMUM DAN KHUSUS

1. Apa perbedaan jenis Formasi Umum dan Formasi Khusus?

Formasi Umum merupakan pelamar lulusan Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan sebagaimana dalam pengumuman.

Formasi Khusus adalah formasi lowongan CPNS yang merupakan pelamar lulusan Perguruan Tinggi yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan dalam pengumuman, dan memiliki kriteria khusus/ keadaan tertentu yaitu: Formasi Khusus Cumlaude, Formasi Khusus  Disabilitas dan Formasi Papua (Putra Putri Papua dan Papua Barat).

Tapi yang perlu diingat adalah baik Pelamar Formasi Umum maupun Formasi Khusus tetap wajib memenuhi persyaratan pelamaran sebagaimana tercantum dalam pengumuman.

2. Apa saja informasi penting untuk  Formasi Khusus Cumlaude?

Tersedia untuk Lulusan Sarjana (S1) untuk jabatan: Analis Hukum, Analis Keuangan,  Analis Sistem Informasi.

Formasi Cumlaude diperuntukkan bagi:

  1. lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat kelulusan “Dengan Pujian”/Cumlaude dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah;
  2. lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “Dengan Pujian”/Cumlaude dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
  3. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 28 Tahun 0 Bulan 0 Hari.

Tambahan dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran:

  1. Untuk Cumlaude lulusan Dalam Negeri
    Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa program studi pelamar terakreditasi dengan peringkat A dan Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa perguruan tinggi pelamar terakreditasi dengan peringkat A (dijadikan dalam satu file);
  2. Untuk Cumlaude lulusan Luar Negeri;
    Surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dari Kemendikbud

3. Untuk Formasi Khusus Cumlaude, serifikat akreditasi diperoleh dari mana?

Untuk kemudahan pelamar Cumlaude, scan serifikat/keterangan akreditasi BAN-PT untuk akreditasi Universitas/PT maupun akreditasi Program Studi dapat berupa scan sertifikat (dapat berupa salinan/copy) tanpa perlu legalisir dari Universitas/PT.

4. Apa saja informasi penting untuk  Formasi Khusus Disabilitas?

Tersedia untuk:
Lulusan Diploma III untuk jabatan: Pengelola Teknologi Informasi.
Lulusan Sarjana (S1) untuk jabatan: Analis Sistem Informasi.

Formasi Disabilitas diperuntukkan bagi: Pelamar yang menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat 1 atau 2, dengan kriteria:

  1. Mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik;
  2. Mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi;
  3. Mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu berjalan selain kursi roda;
  4. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 Tahun 0 Bulan 0 Hari.

Tambahan dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran:
Melampirkan surat keterangan dari dokter Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas yang menerangkan bahwa pelamar merupakan penyandang disabilitas sesuai dengan form yang telah ditentukan oleh Kemenkeu.
(Contoh form dapat dilihat di website rekrutmen.kemenkeu.go.id)

5. Apa saja informasi penting untuk  Formasi Khusus Putra/i Papua?

Tersedia untuk:
Lulusan Sarjana (S1) untuk jabatan: Analis Hukum dan Analis Keuangan.
Lulusan SMK Pelayaran untuk jabatan: Juru Minyak dan Juru Mudi
Formasi Putra/i Papua diperuntukkan bagi:

  1. pelamar keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak atau ibu) asli Papua/Papua Barat, dibuktikan dengan KTP Bapak/Ibu kandung, Akta Kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah/Kepala Suku.
  2. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 Tahun 0 Bulan 0 Hari.untuk lulusan SMK
    Usia minimal 18 tahun dan maksimal 28 Tahun 0 Bulan 0 Hari.untuk lulusan S1.

Tambahan dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran:

  • Akta Kelahiran/surat keterangan lahir pelamar ;
  • Surat keterangan hubungan keluarga dari kepala desa/suku;
  • KTP bapak/ibu kandung (ketiga dokumen di atas dijadikan 1 file).

6. Formasi Umum Bagi Pelamar dengan Disabilitas (rungu), apa artinya?

Pelamar Disabilitas Rungu dapat melamar untuk Formasi Umum pada jabatan berikut: Analis Sistem Informasi dan Pengelola Teknologi Informasi.

Wajib mengunggah dokumen/surat keterangan resmi yang berlaku dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas yang menyatakan jenis kedisabilitasannya.

Pelamar Disabilitas Rungu akan mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi dan passing grade sebagaimana pelamar Formasi Umum.

7. Mengapa Kementerian Keuangan hanya membuka Formasi Umum bagi Pelamar Disabilitas Rungu saja?

Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa pelamar tsb akan mengikuti seluruh tahapan seleksi sebagaimana pelamar Formasi Umum.

Selain itu penyandang disabilitas rungu tidak membutuhkan fasilitas tertentu dalam bekerja, dan untuk saat ini Kemenkeu baru membuka Formasi Umum untuk pelamar disabilitas dengan kriteria disabilitas rungu.

8. Untuk formasi Umum apakah ada ketentuan akreditasi Perguruan Tinggi?

Untuk Pelamar Formasi Umum, Penyandang Disabilitas dan Putra/i Papua merupakan lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (boleh Akreditasi A, B atau C).

Sedangkan bagi Pelamar Formasi Khusus Cumlaude, harus berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan.

PELAMAR KATEGORI P1/TL

1. Siapakah yang termasuk pelamar kategori P1/TL?

Pelamar dari kategori P1/TL adalah pelamar rekrutmen CPNS tahun 2018 yang telah mengikuti SKD dan memenuhi nilai ambang batas/passing grade berdasarkan PermenPAN-RB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 serta masuk dalam 3 (tiga) kali formasi jabatan yang dilamar dan dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir.

2. Apakah saya diharuskan untuk melakukan pengecekan di Helpdesk SSCASN untuk mengetahui saya pelamar P1/TL?

Pelamar tidak diharuskan melakukan pengecekan di Helpdesk SSCASN. Sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan,nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada 3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018 saat Pelamar login ke Akun Pendaftaran Pelamar.

3. Bagaiamana saya dapat mengecek apakah saya termasuk didalam kategori pelamar P1/TL?

Silahkan akses halaman Helpdesk SSCASN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn pada menu “Cek Status P1/TL” lalu masukkan NIK dan Nomor Pelamar Seleksi CPNS 2018.

4. Apakah jika saya termasuk kategori pelamar P1/TL, saya akan otomatis lolos seleksi Administrasi?

Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang sama pada saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018.
Pelamar dari P1/TL wajib melakukan pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya. Instansi selanjutnya melakukan seleksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan apabila Pelamar tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan.

5. Jika saya kategori pelamar P1/TL, apakah saya diperbolehkan melamar di formasi yang berbeda dengan formasi yang saya lamar pada rekrutmen 2018?

Pelamar diperbolehkan untuk melamar ke formasi, jabatan dan instansi yang berbeda sepanjang Pendidikan yang digunakan sama dengan rekrutmen 2018.

6. Jika saya termasuk kategori pelamar P1/TL, apakah saya dapat menggunakan Nilai SKD saya pada rekrutmen 2018 untuk mendaftar pada rekrutmen 2019?

Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila:

  1. Nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya;
  2. Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pendaftaran tahun 2018.

7. Jika saya kategori pelamar P1/TL, apakah saya harus mengikuti ujian SKD jika nilai saya pada 2018 memenuhi passing grade SKD 2019?

  1. Pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN.
  2. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak hadir mengikuti Seleksi SKD, maka pelamar P1/TL dinyatakan gugur.
  3. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.
  4. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.

8. Apakah jika saya termasuk kategori pelamar P1/TL, saya akan otomatis lolos SKD?

Nilai SKD pelamar P1/TL, akan diperingkat dengan nilai SKD dari pelamar Seleksi CPNS Tahun 2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade pada jenis formasi dan jabatan yang dilamar untuk menentukan pelamar yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi.

9. Apakah Pelamar P1/TL hanya berlaku bagi pelamar yang memilih instansi yang sama saat tahun 2018 dan 2019?

Pelamar P1/TL berlaku bagi peserta SKD pada rekrutmen tahun 2018, dengan kualifikasi yang sama untuk tahun 2019, untuk pilihan instansi dapat berbeda. Contoh tahun lalu mendaftar ke Kemenlu dengan kualifikasi pendidikan S1 Akuntansi dan tahun ini mendaftar ke Kemenkeu dengan kualifikasi pendidikan S1 Akuntansi.

MASA SANGGAH

1. Apa yang dimaksud dengan masa sanggah?

Masa sanggah adalah waktu pengajuan sanggah yang diberikan kepada pelamar untuk melakukan sanggahan terhadap pengumuman hasil seleksi administrasi dan waktu tanggapan sanggah oleh instansi untuk memverifikasi kembali kesesuaian persyaratan umum dan khusus yang ditetapkan Instansi dengan dokumen persyaratan yang diajukan pelamar sampai dengan penetapan keputusan sanggah.

2. Apakah pelamar dapat mengajukan sanggahan?

Apabila setelah dilakukan pengumuman seleksi administrasi terdapat pelamar yang keberatan terhadap hasil keputusan Instansi, pelamar dapat mengajukan sanggahan paling lama 3 (tiga) hari kalender setelah pengumuman hasil Seleksi Administrasi.

3. Kapan batas waktu pengumuman ulang Instansi setelah masa sanggah?

Apabila pelamar dapat membuktikan bahwa dokumen persyaratan yang telah diunggah/disampaikan telah sesuai dengan persyaratan umum dan khusus yang ditentukan oleh instansi, instansi wajib mengumumkan ulang hasil seleksi administrasi paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah berakhirnya waktu pengajuan sanggah.

Dengan catatan, dokumen persyaratan yang digunakan untuk sanggahan, adalah data pelamar saat awal mendaftar di SSCASN 2019.

4. Bagaimana cara pelamar dapat melakukan sanggahan?

Pelamar dapat melakukan sanggahan pada halaman SSCASN di https://sscn.bkn.go.id setelah pengumuman Seleksi Administrasi.

SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD)

1. Apakah SKD itu?

Seleksi Kompetensi Dasar berbasis Computer Assisted Test (CAT) adalah tes yang diselenggarakan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan bekerja atau memangku jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan menggunakan komputer. Materi Tes Kompetensi Dasar sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara, yang meliputi: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Tes Wawasan Kebangsaan untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan 4 (empat) nilai - nilai Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi:

  1. Pancasila;
  2. Undang Undang Dasar 1945;
  3. Bhinneka Tunggal Ika;
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem tata Negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintahdaerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar).

Kemudian Tes Intelegensi Umum (TIU) adalah untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan logika, serta kemampuan analisis, berikut adalah definisinya:

Terakhir adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yang dimaksudkan untuk menilai kompetensi pelamar yang terkait:

  1. Integritas diri;
  2. Semangat berprestasi;
  3. Kreativitas dan inovasi;
  4. Orientasi pada pelayanan;
  5. Orientasi kepada orang lain;
  6. Kemampuan beradaptasi;
  7. Kemampuan mengendalikan diri;
  8. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
  9. Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
  10. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan
  11. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

2. Berapa Passing Grade SKD?

Sesuai dengan Permenpan No 24 tahun 2019