Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Alexander Andries Maramis (A.A. Maramis)
26/09/1945 - 04/08/1949

-   Kabinet Presidensial
26 September 1945 s.d. 12 Maret 1946
-   Kabinet Amir Sjarifuddin I
26 September 1945 s.d. 12 Maret 1946
-   Kabinet Amir Sjarifuddin II
26 September 1945 s.d. 12 Maret 1946
-   Kabinet Hatta I
29 Januari 1948 s.d. 4 Agustus 1949
 
Lahir di manado pada tanggal 20 Juni 1897. Gelar Mr (Meester de Rechten) didapatkannya tahun 1924 dari Fakultas Hukum Universitas Leiden Belanda[1]. Karier pengacaranya dirintis dengan membuka kantor pengacara di Semarang, Palembang, Teluk Betung, dan Jakarta.
A.A. Maramis diangkat menjadi Menteri Keuangan pada tanggal 26 September 1945. Pada saat itu Maramis adalah Menteri Negara tanpa portofolio dan diangkat menjadi Menteri Keuangan menggantikan Samsi Sastrawidagda. Pada tanggal 24 Oktober 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis menginstruksikan tim serikat buruh G. Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern. Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi persyaratan. Maramis pun melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia yang diketuai oleh TBR Sabarudin[2].
Pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II, didampingi oleh Ong Eng Die sebagai Menteri Muda Keuangan, A.A Maramis bertugas untuk mencari dana untuk membiayai angkatan perang, Agresi militer dan berbagai perundingan. 
Masa Kabinet Hatta I, ia melaksanakan perdagangan candu (opium trade) dan emas ke luar negeri atas perintah Wapres Hatta pada akhir Februari 1948. Tujuan perdagangan candu dan emas itu ialah membentuk dana devisa dari luar negeri untuk membiayai pegawai pemerintah RI (perwakilan-perwakilan) Indonesia di Singapura, Bangkok, Rangoon, New Delhi, Kairo, London, dan New York. Dalam menjalankan tugas tersebut, Maramis dibantu oleh Mukarto Notowidigdo[3] (Ambtenaar Opium en Zoutregie di zaman Belanda).
Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, AA Maramis menerima Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya dari  Pemerintah Republik Indonesia[4] dan penghargaan Piagam Muri (Museum Rekor Indonesia) tanggal 30 Oktober 2007 sebagai Menteri Keuangan pertama yang menandatangani lima belas mata uang Republik Indonesia terbitan 1945-1947[5]. Nama A.A Maramis diabadikan sebagai nama Gedung Induk Kementerian Keuangan (Gedung Daendels).
 
[1] Zed, Mestika. 1997. Pemerintah Darurat Republik Indonesia.Pustaka Utama Grafiti:Jakarta
[2] Kongres Nasional Sejarah Volume 3. 1997. DepdikbudRI
[3] Anwar, Rosihan.2009. Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia. Kompas:Jakarta
[4] Korporasi Pegawai Perben. 2013. 67 Tahun Oeang Repoeblik Indonesia: Bertransformasi untuk melangkah ke masa depan bangsa yang gemilang.Kementerian Keuangan:Jakarta
[5] Tempo, volume 36. 2007. Badan Usaha Jaya Press Jajasan Jaya Raya