Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bambang Subianto
23/05/1998 - 20/10/1999

Kabinet Reformasi Pembangunan

23 mei 1998 s.d. 20 Oktober 1999

 

Lahir di Sragen pada tanggal 6 April 1950. Menempuh pendidikan S1 jurusan Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung. Gelar Insinyur Teknik Kimia diraihnya tahun 1973. Menempuh pendidikan S2 jurusan Keuangan Perusahaan dan Ekonomi Bisnis di Universitas Katolik Leuven di Belgia dan mendapatkan gelar Master of Bisnis Administration (M.BA) tahun 1981. Studi S3 nya ditempuh di kampus yang sama dan mendapatkan gelar Ph.D di bidang Organisasi Industri pada tahun 1984[1].

Perjalanan karir di Kementerian Keuangan dirintis sejak tahun tahun 1988 dengan menjabat sebagai Direktur pada Direktorat Institut Keuangan dan Akuntansi. Pada tahun 1992, dia dipromosikan sebagai Direktur Jenderal Direktorat Institut Keuangan. Selama masa jabatannya, ia turut aktif dalam pengembangan hukum dan peraturan ekonomi, termasuk Hukum Kapital Pasar (1995), Pendapatan Perusahaan di luar Pajak (1997), dan peraturan yang mengharuskan semua perusahaan di Indonesia untuk melaksanakan transparansi dengan mendaftarkan laporan keuangan mereka yang telah diaudit pada lembaga yang telah ditunjuk dan memaparkan laporan tersebut ke khalayak umum (1998)[2]. Di tengah krisis moneter pada bulan Januari 1998, ia ditunjuk oleh Menteri Keuangan Fuad Bawazier sebagai Kepala BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) yang pertama[3].

Pada masa krisis ekonomi di bulan April 1998, Presiden BJ Habibie  mengangkatnya menjadi Menteri Keuangan di kabinet Reformasi Pembangunan[4]. Bambang Subianto dipercaya dapat memainkan peranan yang sangat besar dalam upaya penyehatan perbankan. Kebijakan yang dilakukannya adalah menutup bank-bank yang sangat tidak sehat, penambahan modal bank serta penerbitan obligasi atau Surat Utang Negara (SUN). Hal ini mampu mengembalikan ke­per­cayaan masyarakat terhadap pemerintah. Upaya menonjol saat menjabat sebagai Menteri Keuangan adalah reformasi bidang perekonomian dengan jalan penghapusan monopoli dan rekapitalisasi perbankan[5].



[1] Anwar, Mohamamd Arsyad. 1988. Ekonomi Indonesia, masalah dan prospek 1988/1989.UI-Press : Jakarta

[2] PT.Apexindo Pratama Duta Tbk. Laporan Tahunan 2010. Hal 22

[3] Abimanyu, Anggito. 2011. Refleksi & Gagasan Kebijakan Fiskal, Gramedia Pustaka Utama:Jakarta

[4] Kepres No: 122/M/Tahun1998

[5] Subianto, Bambang. 2004. Kebijakan Fiskal: Pemikiran, Konsep dan Implementasi.Kompas:Jakarta