Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Raden Mas Pandji Soerachman Tjokrodisoerjo
05/12/1945 - 02/10/1946

- Kabinet Sjahrir I
14 November 1945 s.d. 12 Maret 1946
- Kabinet Sjahrir II
12 Maret 1946 - 02 Oktober 1946
 
Lahir di Wonosobo pada tanggal 30 Agustus 1894. Bersekolah di Sekolah Belanda, dimulai Europeesche Lager School (ELS), Hagere Buger School (HBS) “Koningin Wilhelmina School” di Jakarta. Bahkan pada tahun 1915, dikirim studi oleh pemerintah ke negeri Belanda di Universitet di Delf dengan jurusan Teknik Kimia. Gelar Sarjana Teknik di bidang Kimia (Insinyur Kimia) didapatkannya tahun 1920[1].
Ia diangkat menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sunarjo Kolopaking (masa kabinet Sjahrir I). Pada masa ini panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah yang dikuasai sekutu. Hal ini menyebabkan pemerintah mengalami kesulitan ekonomi. Kebijakan yang dilakukan adalah usulan mengenai peredaran Oeang Republik Indonesia (ORI). Hanya saja, untuk peredaran dibutuhkan dana[2].
Pada Kabinet Sjahrir II, ia dipercaya kembali menjabat Menteri Keuangan dan diwakili oleh Menteri Muda Keuangan Sjafruddin Prawiranegara. Upaya utama yang dilakukan Soerachman untuk mendapatkan dana yaitu dengan melakukan Program Pinjaman Nasional. Hal ini dilakukan setelah disetujui oleh BP-KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat) pada Juli 1946. Untuk mendukung program tersebut maka dibuat Bank Tabungan Pos, bank ini berguna untuk penyaluran pinjaman nasional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia kepada pemerintahan. Selain itu, pemerintah juga menunjuk rumah gadai untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan jangka waktu pengembalian selama 40 tahun. Tujuannya untuk mengumpulkan dana masyarakat bagi kepentingan perjuangan, sekaligus untuk menanamkan kepercayaan rakyat pada pemerintah Republik Indonesia[3].
Raden Mas Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo meninggal dunia pada tahun 1954[4].
 
[1] Manus, MPB. 1993. Tokoh-Tokoh BPUPKI, Volume 2. Depdikbud:Jakarta
[2] http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel/artikel9F3312A321CD4E49AE1CBB9026A36ED3.pdf
[3] Anderson, Benedict.1972. Revolusi Pemoeda: pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946. Ithaca:New York
[4] Sularto, Sutan. 2004. Haji Agus Salim (1884-1954): tentang perang, Jihad, dan Pluralisme. GPU:Jakarta