Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Soemitro Djojohadikusumo
03/04/1952 - 24/03/1956

· Kabinet Wilopo - Prawoto
3 April 1952 s.d. 30 Juli 1953
· Kabinet Burhanuddin Harahap
12 Agustus 1955 s.d. 24 Maret 1956
 
Lahir di Kebumen pada tanggal 29 Mei 1917. Menempuh pendidikan Hogere Burger School (HBS) dan lulus tahun 1935. Menempuh pendidikan Sarjana Muda di Netherland School of Economics dan dilanjutkan di Universitas Sorbonne, Paris.  Gelar Bachelor of Arts (BA) didapatkan pada tahun (1938). Melanjutkan studi ekonominya kembali di Rotterdam dan mendapatkan gelar Master of Arts (MS) tahun 1940[1].
Perjalanan karir di Kementerian Keuangan dirintis sejak diangkat menjadi Menteri Keuangan di era Kabinet Wilopo-Prawoto (3 April 1952-30 Juli 1953). Kebijakan yang dilakukan adalah menasionalisasikan de javasche bank menjadi Bank Indonesia. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menaikkan pendapatan negara dan menurunkan biaya ekspor, serta melakukan penghematan secara drastis[2]. Kabinet Wilopo demisioner dan tanggal 30 Juli 1953 kembali menjadi Dekan di Fakultas Ekonomi-Universitas Indonesia[3].
Pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956), ia dipercaya kembali sebagai Menteri Keuangan. Pada masa ini banyak terjadi masalah desentralisasi, inflasi dan pemberantasan korupsi pada pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi Militer. Kebijakan yang dilakukan adalah dengan terjadinya persetujuan Finansial Ekonomi (Finek) pada tanggal 7 Januari 1956. Tujuannya untuk melepaskan keterikatan ekonomi dengan Belanda[4].
Selama menjabat sebagai pegawai pemerintah, berbagai tanda penghargaan diperolehnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Seperti Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White ElephantFirst Class dari Kerajaan Thailand, Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia serta yang lainnya dari Republik Tunisia dan Prancis. Selain itu ia telah menulis 130 buku dan makalah dalam bahasa inggris[5] dalam kurun waktu 1942 -1994.
 
[1] Tim narasi. 2009. 100 Tokoh yang mengubah Indonesia (ED.Revisi). Narasi:Yogyakarta
[2] Oey, Beng To. 1991. Sejarah Kebijaksanaan Moneter Indoensia, Volume 1. LPPI:Jakarta
[3] Malarangeng, Rizal. 2002. Mendobrak Sentralisme Ekonomi Indonesia 1986-1992. KPG:Jakarta
[4] Drooglever. 2010. Tindakan Pilihan bebas!: orang Papua dan Penentuan Nasib Sendiri. Kanisius:Yogyakarta
[5] Warta Ekonomi Volume 4. 1992. Obor Sarana Utama