Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menguatkan Rupiah di Hari Oeang ke-72

Oleh Noegroho, Pegawai Kanwil DJPB Kalimantan Tengah

Tahukah anda makna Hari Oeang selain upacara dan pertandingan? Banyak pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang gagal memahami makna Hari Oeang.  Mereka hanya fokus pada pekerjaan di atas meja saja seolah tidak tahu dengan apa yang terjadi pada Hari Oeang, padahal Hari Oeang berkaitan erat dengan kelahiran Kemenkeu sebagai instansi.

Mari kita kita mundur kebelakang sejenak, menengok catatan sejarah Indonesia. Tentang sebuah peristiwa penting yang terjadi pada 30 Oktober 1946. Hari itu Pemerintah Indonesia mengedarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk pertama kalinya serta menyatakan bahwa uang Jepang, uang NICA dan uang Javasche Bank serta mata uang lain sudah tidak berlaku lagi di Indonesia. Peristiwa ini menjadi tanda dimulainya tonggak perekonomian Indonesia yang mandiri, dengan memiliki mata uangnya sendiri.

Mata uang Rupiah menjadi lambang kedaulatan bangsa Indonesia, wujud rasa percaya diri akan keberadaan sebuah negara. Kemenkeu merupakan organisasi pertama yang dibentuk pemerintah pada awal kemerdekaan. Saat itu hingga kini pemerintah menggantungkan harapan besar pada organisasi tersebut dalam menggerakkan perekonomian Indonesia.

Rupiah  Menguat

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Jumat, 21 September 2018, Rupiah menguat  15 poin atau 0,10 persen ke posisi 14.824 per dolar AS dari periode 20 September 2018 di posisi 14.839 per dolar AS. Sementara itu, kurs Bloomberg, Rupiah menguat 29 poin pada pembukaan perdagangan ke posisi 14.820 per dolar AS dari posisi penutupan kemarin di posisi 14.849 per dolar AS.

Berbagai sumber terpercaya menyebutkan bahwa Rupiah menunjukkan sinyal untuk terus menguat menyusul meredanya perang dagang Amerika – China.  Investor global  sudah melihat kondisi  perang  dagang akan berdampak kurang baik  pada ekonomi  AS.  Investor mulai berpikir untuk menarik investasinya dari negeri Paman Sam dan mulai menanamkannya kembali ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Tentu saja menguatnya nilai Rupiah ini perlu terus dijaga momentumnya. Penguatan Rupiah juga tak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah untuk mempermudah masuknya investasi, mendorong ekspor dan memperlambat impor serta pembatasan impor barang-barang konsumsi dan obat kuat. Termasuk menunda proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menggunakan banyak kandungan bahan baku impor. Penting bagi kita menjaga kestabilan nilai Rupiah. Supaya segala sesuatu dalam bisnis ada ukuran yang pasti. Tidak berubah-rubah karena Rupiah mengalami fluktuasi. Kita berharap penguatan Rupiah akan mencapai kestabilan baru.

Hari Oeang Moment Membantu Penguatan Rupiah

Pegawai Kemenkeu harus mampu bekerja dengan kompeten, profesional dan berintegritas. Hal tersebut berguna dalam rangka menjaga, mengelola dan membangun keuangan negara yang sehat, kuat, dan berkelanjutan. Melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang kredibel, efektif, dan berdaya guna. Kemenkeu dituntut cermat membaca kondisi ekonomi yang terjadi. Disamping itu juga ada cara lain yang dapat dilakukan.

Bagaimana cara pegawai Kemenkeu membantu menguatkan nilai Rupiah?

  1. Canangkan gerakan cinta Rupiah dan lepas Dolar, jangan berinvestasi dalam bentuk dollar. Pegawai Kemenkeu perlu menjadi pelopor gerakan cinta Rupiah. Walaupun dollar naik jangan tergiur tukar Rupiah dengan dollar. Baik dalam bentuk tabungan maupun investasi. Bahkan akan lebih hebat lagi jika mengganti tabungan dan investasi dalam bentuk Dolar ke Rupiah.  Sikap tidak mengambil keuntungan pada saat Rupiah tertekan, sangat dibutuhkan. Melalui kegiatan Kemenkeu Mengajar bisa ditanamkan nilai-nilai cinta Rupiah pada anak-anak sekolah dasar.
  2. Utamakan dalam setiap transaksi dengan menggunakan Rupiah sebagai pembayaran. Saat ini di era digital, kita bisa memesan dan membeli barang dari luar negeri. Termasuk pembelian sofrware Komputer dan barang-barang elektronik dengan mudah. Tapi abaikan saja  apabila  pembayarannya menggunakan Dolar Amerika.
  3. Hindari pembelian  barang impor dan mengandung bahan baku impor Pakailah  produk dan hasil pertanian Indonesia. Hindari beli buah, sayur sayuran, bumbu masak, daging, bahan makan, minuman yang berasal dari impor. Termasuk tas, sepatu dan pakaian impor. Mulailah dengan cinta produk Indonesia.
  4. Menahan diri sementara waktu tidak bepergian atau berpariwisata ke negara yang menggunakan mata uang Dolar Amerika  atau akan berdampak membutuhkan Dolar. Kita perlu bersabar dan menahan keinginan sementara waktu sampai Rupiah mencapai kestabilannya di pasar uang.

Pegawai Kemenkeu jangan bertindak seperti money changer yang mencari keuntungan dengan jual beli valuta asing. Yang selalu mencari keuntungan lebih jika ada pergerakan kurs valas. Dengan membeli Dolar disaat Rupiah menguat dan menjualnya ketika Rupiah melemah.

Pada momentum Hari Oeang Ke-72 inilah saatnya para pegawai Kemenkeu lebih saling bekerja sama dan bersinergi membantu penguatan Rupiah. Mulai hari ini, di tempat yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke, seluruh pegawai Kemenkeu perlu meneguhkan sikap untuk cinta Rupiah. Tidak mencari keuntungan  yang dapat menekan Rupiah.  Sikap, tutur kata, tulisan, dan perbuatan  harus mencerminkan kebanggaan terhadap Rupiah.

Siapa yang harus mempelopori gerakan cinta Rupiah?

Tentu seluruh pegawai Kemenkeu yang harus tampil terdepan membela Rupiah. Karena sejarah dan keberadaan Kemenkeu adalah untuk mengawal Rupiah dan APBN. Untuk sampai kepada rakyat, serta membawa kemakmuran bagi bangsa Indonesia.

*) Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja