Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Ambil Penuh Tuban Petro, Kehadiran Negara Untuk Industri Petrokimia Dalam Negeri

Jakarta, 13/09/2019 Kemenkeu – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) segera mengambil alih kepemilikan Tuban Petrochemical Indonesia. “Saat ini sedang dipersiapkan untuk proses pengalihan piutang negara pada Tuban Petro untuk dikonversi sebagai saham.  Pemerintah telah menguasai 70 persen, dan akan menjadi 95 persen setelah konversi, sisanya pun masih milik pemerintah karena ada bunga dan lain-lain yang tidak bisa dikonversi,” ungkap Dirjen Kekayaan Negara pada Diskusi Publik Industri Petrokimia Nasional pada Kamis (12/09).

Dikutip dari laman DJKN, “Industri petrokimia kita masih jauh untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sementara kita punya aset yang kita dapat dari masa BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) berupa pabrik petrokimia dan kelasnya kelas satu semua,” ujarnya.

Dirjen Kekayaan Negara menjelaskan bahwa status perusahaan yang masih memiliki hutang kepada Pemerintah membuat operasional Tuban Petro menjadi tidak optimal, sementara proses penyelesaian hutang melalui pembayaran akan memakan waktu yang lama. Untuk itu skema penyelesaian piutang negara dengan mengkonversi piutang sebagai saham ini menjadi opsi yang ditempuh Pemerintah.

Lebih lanjut Dirjen Kekayaan Negara mengungkapkan bahwa negara akan mendapat manfaat dari optimalisasi tersebut diantaranya penghematan impor bahan baku kimia senilai Rp5triliun pertahun, dan dari aktivitas industri, pendapatan domestik bruto industri petrokimia akan meningkat 35%. Selain itu konversi yang otomatis mengoptimalkan kinerja perusahaan tersebut akan meningkatkan potensi kesempatan kerja sebanyak 14.500. 1.500 orang secara langsung, dan sisanya tidak langsung. Bukan hanya itu, Pemerintah pun berpotensi menambah penerimaan sebesar USD1,9 milyar dari pajak.

Sementara itu, Direktur Utama Tuban Petrochemical Indonesia Sukriyanto menyatakan perusahaan sudah menyiapkan beberapa skema pengembangan. “Daya saing kita sebenarnya dari sisi SDM sudah kuat. Banyak SDM yang keluar karena disini tidak ada pengembangan, sementara di level bawah sudah ada program vokasi yang dikembangkan dan akan dibangun politeknik petrokimia di Banten,” ujarnya. “Tenaga kerja di stream memang tidak banyak, sekitar 10ribu tenaga kerja, tapi polimer dan textile bisa jutaan tenaga kerja yang akan diserap,” tambahnya. (DJKN/hr/ds)