Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Angkut Rokok Ilegal, Sebuah Truk Diamankan Bea Cukai Kudus

Jakarta, 07/12/2017 Kemenkeu – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengoptimalkan pembatasan peredaran rokok ilegal melalui serangkaian penindakan cukai di sejumlah daerah. Tak terkecuali di Kudus, Jawa Tengah, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil rokok. Petugas DJBC masih kerap menemukan pelanggaran cukai, umumnya produksi rokok tanpa menggunakan pita cukai, seperti pada Selasa (28/11), petugas mengamankan sebuah truk yang digunakan untuk mengangkut rokok ilegal.

Dikutip dari laman DJBC, Kepala Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus Iman Prayitno mengungkapkan bahwa penindakan ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pengiriman rokok ilegal dari wilayah Kabupaten Jepara, menggunakan truk dengan ciri-ciri tertentu. “Untuk mengelabui petugas, pengiriman rokok ilegal sering dilakukan pada malam sampai dini hari. Petugas mengembangkan informasi ini dengan melakukan operasi tertutup di jalan yang menghubungkan Jepara-Kudus, Jepara-Pati, dan Jepara-Demak. Sampai akhirnya pada dini hari didapati truk dengan ciri-ciri sesuai informasi yang diperoleh melintas menuju ke arah Semarang melalui jalan Raya Kudus-Demak. Sempat terjadi pengejaran truk oleh petugas,” ujarnya.

Kepala KPPBC TMC Kudus menambahkan bahwa truk dalam kondisi penuh terisi 60 koli rokok ilegal. Dalam pemeriksaan awal, petugas berhasil mendapati rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai sebanyak 240 bal. Kendaraan beserta sopir berinisial N (29) dan kenek berinisial R (21) diamankan ke KPPBC TMC Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa Rokok dengan Jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 960.000 batang, dengan perkiraan nilai barang yang ditegah sebesar Rp960.000.000,- dan potensi kerugian negara berupa cukai yang tidak dibayar sebesar Rp362.880.000,-.  (DJBC/hr/rsa)