Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Di Depan Pengusaha Korsel, Dirjen Pajak Jelaskan Tax Holiday

Jakarta, 14/09/2018 Kemenkeu – Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.10/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Peraturan ini menyederhanakan persyaratan bagi wajib pajak untuk menikmati manfaat fasilitas ini.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pajak (DJP), “Pemerintah juga memperluas area yang dicakup oleh skema fasilitas ini, dari sebelumnya 8 sektor menjadi 17 sektor. Selain itu, peraturan ini memberikan kepastian hukum mengenai masa tax holiday sesuai dengan total realisasi investasi,” ungkap Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Robert Pakpahan di hadapan 125 pengusaha Korea Selatan yang hadir dalam Seminar on Tax Policies and International taxation for Korean Companies bertempat di Aula Chakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat DJP Jakarta pada Kamis (13/09).

Dalam seminar yang dihadiri Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Jeon Joyoung dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Korea Selatan C.K. Song, Dirjen Pajak mengatakan Pemerintah Republik Indonesia juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.03/2018 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. Peraturan ini terdiri dari ketentuan tentang mekanisme pengembalian pajak yang dipercepat untuk Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai. “Amandemen yang signifikan di bawah peraturan ini termasuk ambang batas yang lebih tinggi untuk pengembalian pembayaran pajak lebih bayar,” jelasnya.

Sebelumnya, Dirjen Pajak mengatakan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki sejarah panjang persahabatan dan kerja sama. Kerja sama bilateral Indonesia dan Korea Selatan antara lain perjanjian untuk menghindari pajak berganda dan pencegahan penghindaran fiskal sehubungan dengan pajak penghasilan, atau dikenal sebagai Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Menurut Dirjen Pajak, Korea Selatan merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan satu dari lima negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.

“Data yang disediakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia menunjukkan bahwa total realisasi investasi Korea Selatan pada tahun 2017 adalah sekitar US$ 2 miliar,” lanjutnya. (DJP/hr/rsa)