Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dirjen Kekayaan Negara: Belajarlah dari Pengalaman Bagaimana Mengelola dan Merencanakan Revaluasi

Jakarta, 06/12/2017 Kemenkeu – Kualitas Laporan menjadi konsentrasi Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (monev) pelaksanaan revaluasi BMN melalui video conference (vicon) bertempat di Ruang Rapat Lantai 10 Utara Gedung Syafrudin Prawiranegara II pada Selasa (28/11). “Mohon menjadi perhatian, hal administratif sederhana seperti narasi yang tidak lengkap sampai 18 persen, tanda tangan yang tidak lengkap sampai 37 persen dan lampiran yang kurang hingga 85 persen,” ungkapnya.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Direktur Barang Milik Negara Encep Sudarwan menyampaikan progres Revaluasi per 27 November 2017. "Dari target nasional 420.925 NUP, 84.45 persen diantaranya sedang dalam proses revaluasi 355.480 NUP. Sedangkan yang sudah selesai proses revaluasi 27.74 persen," ujarnya. Lebih lanjut Direktur Barang Milik Negara mengungkapkan bahwa Berdasarkan data posisi per 27 November 2017 terdapat kenaikan nilai BMN sebesar 248.97 persen, yaitu dari Rp189,3 Triliun menjadi Rp660,6 Triliun dan tingkat kenaikan nilai ini masih terus dapat berubah, namun cukup stabil pada angka kenaikan sekitar 200 persen.

“Belajarlah dari pengalaman bagaimana mengelola revaluasi, bagaimana merencanakan revaluasi yang menjadi bekal tinggi untuk revaluasi pada 2018 dengan perencanaan yang matang untuk reval yang lebih tepat waktu lagi. Namun tetap harus dibuktikan dengan kualitas laporan dimana hal-hal seperti screening dan evaluasi untuk segera ditindaklanjuti oleh tim penilai,” ungkap Dirjen Kekayaan Negara.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Kekayaan Negara berharap pada tahun mendatang vicon tidak hanya dilakukan pada Kanwil namun juga dilakukan pada KPKNL. Pemantauan mingguan dan harian akan terus dilakukan Direktorat BMN dan Penilaian agar kita terus dapat berkoordinasi. (DJKN/hr/rsa)