Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

DJBC Gagalkan Dua Penyelundupan Pakaian Bekas Di Perairan NTT

Jakarta, 23/08/2019 Kemenkeu – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menambah daftar panjang penindakan terhadap penyelundupan barang ilegal ke wilayah Indonesia. Pada Senin (22/07) dan Minggu (11/08) DJBC berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pakaian bekas ke Indonesia yang diduga berasal dari Timor Leste di perairan Tanjung Tuakau dan Laut Alor, Nusa Tenggara Timur.

Dikutip dari laman DJBC, Kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusa Tenggara Untung Basuki  mengatakan bahwa penindakan ini merupakan hasil dari Operasi Laut Khusus di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan menggunakan Kapal Patroli BC 8004. “Penindakan pertama pada tanggal 22 Juli 2019 dan dilakukan terhadap sarana pengangkut/kapal KLM HARAPAN BERSAMA berbendera Indonesia di perairan Poros Alfandega dan penindakan kedua pada tanggal 11 Agustus 2019 dilakukan terhadap kapal KM Karya Bersama berbendera Indonesia. Kedua kapal tersebut diduga mengangkut Pakaian Bekas dari luar Daerah Pabean yaitu Dili, Timor Leste tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean,” ungkapnya.

Kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusa Tenggara menambahkan bahwa dari penindakan pertama ini ditemukan berupa pakaian bekas sebanyak 1.661 karung dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp700.000.000. Sedangkan dari hasil penindakan kedua ditemukan pakaian bekas sebanyak 1.200 karung dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 600.000.000. Atas kedua penindakan ini pelaku dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 milyar.

“Bea Cukai Bali Nusra ke depannya akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli laut di wilayah perairan perbatasan Indonesia – Timor Leste yang disinyalir menjadi jalur masuknya pakaian bekas impor ke Indonesia,” ungkapnya.  (DJBC/hr/ds).