Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Itjen dan KPK Bersatu Berantas Korupsi, Tegakkan Integritas

Jakarta, 27/08/2019 Kemenkeu –  Inspektur Jenderal (Irjen) Sumiyati menghadiri undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Konferensi Pers Penetapan Tersangka Perkara Suap Pajak di Gedung Merah Putih, Kuningan pada Kamis (15/08). KPK menetapkan lima tersangka yaitu satu petinggi PT WAE yang merupakan perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) dealer mobil. Empat lainnya yaitu Kepala Kantor Pelayanan Pajak dan tiga orang dari tim pemeriksa pajak yang diduga menerima suap. Petinggi PT WAE diduga memberi suap sebesar Rp1,8 miliar agar menyetujui pengajuan restitusi pajak tahun pajak 2015 dan 2016.

Dikutip dari laman Inspektorat Jenderal (Itjen),  kasus bermula dari PT WAE melakukan pengajuan restitusi pajak untuk lebih bayar pajak pada tahun 2015 dan 2016. Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan ternyata ditemukan beberapa koreksi yang malah mengakibatkan kurang bayar pajak. Disitulah terjadi transaksi suap antara petinggi PT WAE dengan tim pemeriksa pajak sehingga diterbitkan Surat Ketetapan Pajak lebih bayar. Kasus ini terungkap karena adanya kerjasama KPK dan Inspektorat Bidang Investigasi, Itjen.

Pada kesempatan tersebut, Irjen Sumiyati mengucapkan terima kasih kepada KPK atas kerjasama dan dukungan yang baik dalam menegakkan aturan dan meningkatkan kepatuhan terkait dengan pengelolaan keuangan negara. “Seluruh jajaran pimpinan dan pegawai Kemenkeu merasa kecewa, sedih dan marah karena adanya oknum di Kemenkeu yang masih mencoba bermain dengan integritas yang mencederai reputasi Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Menurut Irjen, Direktorat Jenderal Pajak merupakan instansi yang sangat penting dalam pengumpulan dana untuk membangun negeri ini. Oleh karena itu, Menteri Keuangan selalu menyampaikan pesan bahwa jika ada oknum yang masih bermain dengan integritas itu merupakan suatu bentuk pengkhianatan yang memalukan bagi Kemenkeu.

Sebagai informasi, Itjen menerima informasi terkait perkara tersebut melalui whistleblowing system, sehingga bersama dengan KPK terus menindaklanjuti perkara tersebut. IBI melakukan investigasi dan mendapatkan bukti adanya penyimpangan. Dari hasil investigasi, para tersangka yang menerima suap telah diperiksa dan diberikan rekomendasi hukuman disiplin. Dua tersangka tim pemeriksa telah dijatuhi hukuman disiplin. Dua lainnya masih dalam proses, namun sudah dibebaskan dari jabatannya. (Itjen/hr/ds).