Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Inginkan Jajaran DJPPR Menjadi SDM Unggul yang Dapat Menjelaskan Pengelolaan Utang

Jakarta, 30/08/2019 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi narasumber dalam acara talkshow Minister Talks di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Jakarta, Jumat (30/08).

Sebagai direktorat yang salah satu tugas dan fungsinya adalah mengelola utang negara, Menkeu membuka acara ini dengan sejarah kemerdekaan Indonesia dimana saat itu VOC Belanda sudah mewariskan hutangnya dari beberapa negara kepada Indonesia sebagai konsekuensi kemerdekaannya.

"Kemerdekaan Indonesia adalah suatu historical opportunity dimana Belanda melalui Vereebigde Oostindische Compagnie (VOC) mewariskan utangnya kepada Indonesia. Ini artinya Indonesia lahir dengan status memiliki utang kepada beberapa negara," ungkapnya.

Namun Menkeu mengapresiasi langkah berani Presiden Soekarno saat itu yang tetap memilih Indonesia merdeka dari Belanda dengan kesepakatan yang tidak menguntungkan Indonesia tersebut.

“Kita bisa mengambil contoh dari Presiden Soekarno yang berani membakar semangat rakyat Indonesia untuk tetap memproklamirkan dan menjaga kesatuan dan keutuhan Republik Indonesia walaupun dengan situasi memiliki utang. Kita jangan mewarisi utangnya. Tapi keberanian dan semangat inilah yang harus diwarisi dan dimiliki oleh anak-anak muda milenial DJPPR Kementerian Keuangan saat ini,” ujar Menkeu.

Menkeu mengajak seluruh jajaran DJPPR untuk meningkatkan intelektualitas dan profesionalitas menjawab tantangan sekaligus pertanyaan mengenai utang negara. 

“Setiap pegawai DJPPR, tanpa terkecuali harus bisa menjelaskan kepada masyarakat berapa utang kita, bagaimana pengelolaan utang, pembiayaan utang, dan semua aspek yang menyangkut tentang utang dan resiko pembiayaan negara,” pungkas Menkeu.(jsg/hpy/nr)