Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Petugas DJBC Malang Gerebek Rumah Produksi Miras Tanpa Izin

Jakarta, 03/10/2018 Kemenkeu – Sebuah industri rumahan minuman keras (miras) jenis Trobas digerebek petugas Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang pada Kamis (20/09). Operasi dilakukan berdasarkan informasi dari warga sekitar. Industri rumahan yang berlokasi di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang tersebut diduga milik oknum berinisial “J” dan “P”.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kepala KPPBC TMC Malang Rudy Hery Kurniawan menyatakan bahwa penindakan bermula dari informasi warga sekitar, “Informasi dari warga sekitar menyatakan bahwa terdapat beberapa rumah yang diduga milik J dan P yang dipergunakan sebagai industri rumahan miras jenis Trobas. Sesuai dengan informasi yang didapat, petugas bergerak menuju lokasi pada pukul 11.00 WIB. Sesampainya di lokasi, petugas yang telah terbagi menjadi dua kelompok bergerak menuju rumah J dan P,” ungkapnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan oleh petugas pada rumah J didapati barang bukti yang dibawa ke kantor berupa miras jenis Trobas dengan berat total 108 kg dan peralatan serta bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi miras. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa cairan fermentasi ketan sebanyak 22 drum dengan melakukan penyegelan. Sedangkan pada rumah P, didapati barang bukti yang dibawa ke kantor berupa miras jenis Trobas dengan berat total 352 kg dan sampel fermentasi ketan sebanyak 2 ember. Petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa miras jenis Trobas sebanyak 2 ember dan cairan fermentasi ketan sebanyak 52 drum dengan melakukan penyegelan.

Kepala KPPBC TMC Malang menyatakan bahwa DJBC akan terus melakukan pengamanan terhadap upaya oknum yang memproduksi barang-barang kena cukai ilegal, “selain rokok, miras juga merupakan salah satu objek pengawasan kami. Kami berupaya sebaik mungkin dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal karena salah satu fungsi kami yaitu melindungi masyarakat,”  ujarnya. (DJBC/hr/rsa)