Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

RUPS SMI Sahkan Laporan Tahunan Perseroan 2017

Jakarta, 08/06/2018 Kemenkeu –  PT Sarana Multi Infrastuktur (Persero) (PT SMI) melaksanakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk mengesahkan laporan tahunan perseroan tahun 2017. Rapat diadakan di ruang rapat Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada Selasa (05/06). RUPST ini dipimpin oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata selaku perwakilan pemerintah sebagai pemegang saham dan dihadiri oleh Direktur Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND), Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini beserta jajaran, Dewan Komisaris, Notaris, serta Kantor Akuntan Publik.

Dikutip dari laman DJKN, Direktur Utama PT SMI menjelaskan PT SMI dari awal berdiri hingga Desember 2017 telah turut berkontribusi membangun proyek senilai Rp421.6 triliun dan selama tahun 2017 telah berkontribusi sebesar Rp197.11 triliun. PT SMI juga berkontribusi secara signifikan pada tahun 2017 atas rasio nilai seluruh proyek terhadap alokasi APBN sebesar 57.20% dengan nilai proyek strategis sebesar  Rp92.51 triliun. “Pendapatan usaha PT SMI mengalami pertumbuhan sebesar 35.43% dari tahun sebelumnya, laba bersih naik 4.06%, total aset naik 24,93%, pendanaan pembiayaan naik 35.43%, dan laba komprehensif naik 39.01%,” jelasnya. Lebih lanjut Direktur Utama PT SMI menyampaikan bahwa PT SMI juga mendapat 11 proyek penugasan, 5 proyek diterima pada tahun 2017 dan 6 proyek lanjutan dari 2016 kemudian ada 1 proyek penugasan LRT Jabodetabek yang sudah berhasil clossing di 2017.  “Nilai akhir KPI atau pencapaian kinerja PT SMI pada tahun 2017 mendapat nilai 95,72 atau AAA – sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Kekayaan Negara menyoroti strategi PT SMI untuk dapat menumbuhkan sumber daya manusianya. Dewan Direksi Mahendra Siregar mengungkapkan,  bahwa pasar SDM yang terbatas membuat persaingan semakin ketat, maka dari itu, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi PT SMI sebagai perseroan untuk dapat menjaring dan mematangkan SDM yang sudah ada. “Perlu program jangka menengah, yang insya Allah human capital ini akan menjadi salah satu masalah yang menjadi prioritas,” ungkap Mahendra. Lebih lanjut pimpinan rapat menyarankan untuk membangun komunitas-komunitas yang dapat menarik minat SDM pada tingkat universitas.  Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Kekayaan Negara selaku pimpinan rapat menetapkan menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan perseroan tahun 2017. (DJKN/hr/rsa)