Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Serah Terima Polis Asuransi, Kemenkeu Resmi Asuransikan Asetnya

Jakarta, 03/12/2019 Kemenkeu –  Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi yang dapat menimbulkan banyak kerugian ekonomi termasuk kerugian Barang Milik Negara (BMN). Biaya rehabilitasi dan rekonstruksi bencana sangat membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja. Oleh karena itu, asuransi BMN merupakan kebutuhan penting sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana yang diharapkan dapat mengalihkan sebagian risiko pemerintah kepada perusahaan asuransi untuk mengurangi beban pemerintah serta mempercepat proses renovasi, rekonstruksi, dan pemulihan tugas.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto pada saat serah terima polis asuransi BMN antara Konsorsium asuransi BMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat (29/11) bertempat di Aula Mezzanine Kemenkeu. Seperti dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Sesjen Hadiyanto menyampaikan bahwa adanya asuransi BMN ini akan mengurangi kerugian negara apabila terjadi bencana yang merusak BMN berupa bangunan. “Faktanya negara kita membutuhkan BMN, karena negara kita berada di wilayah ring of fires, kita mencoba memitigasinya dengan asuransi BMN ini,” ujarnya.

Penyerahan polis asuransi BMN ini merupakan sejarah awal diimplementasikannya asuransi risiko bencana untuk pemerintah Indonesia. Serah terima polis asuransi ini diwakilkan langsung oleh Ketua Konsorsium asuransi BMN Didit Mehta Pariadi dan disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal kekayaan Negara Isa Rachmatarwata. Sebagai informasi, polis asuransi ini sudah tertuang pada Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani nomor PRJ-7/MK.6/2019 dan nomor PKS.065/AJI/XI/2019 pada hari Senin tanggal 18 November 2019. (DJKN/hr/ds).