Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Sesjen: Pengendalian Gratifikasi Bergantung pada Masing-Masing Individu

Jakarta, 23/05/2019 Kemenkeu – Biro Umum Sekretariat Jenderal (Setjen) selaku Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) menyelenggarakan Sosialiasi Program Pengendalian Gratifikasi dan Penguatan Integritas Pegawai Setjen bertempat di Aula Mezzanine Gedung Djuanda pada Kamis (16/05). Kepala Biro Umum Sugeng Wardoyo menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk mendorong para pejabat dan pegawai agar bersinergi menerapkan pengendalian gratifikasi sebagai langkah nyata aksi pencegahan korupsi.

Dikutip dari laman Setjen, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Hadiyanto dalam arahannya menyampaikan bahwa pengendalian gratifikasi bergantung pada masing-masing individu. Sesjen juga menekankan pentingnya menolak dan melaporkan penerimaan gratifikasi. “Benteng terpenting dari masalah integritas adalah hati. Penting bagi kita semua untuk menolak gratifikasi atau yang tidak terhindarkan agar dilaporkan,” ungkap Sesjen.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur VII Roberth Gonijaya menjelaskan kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait gratifikasi. Kewajiban tersebut antara lain menolak gratifikasi, melaporkan penolakan gratifikasi, dan melaporkan penerimaan gratifikasi yang tidak dapat ditolak kepada UPG atau langsung kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. “Gratifikasi itu merepotkan. Ditolak harus dilaporkan. Diterima juga harus dilaporkan. Tapi itulah kewajiban ASN,” ujarnya. (Setjen/hr/ds).