Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Strategi Menghadapi Delayering Kemenkeu Melalui Sistem Merit

Jakarta, 26/12/2019 Kemenkeu –  Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal (Setjen) menggelar Workshop Strategi Sistem Merit dalam menghadapi Delayering Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertempat di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda pada Jumat (20/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pejabat dan pengelola kepegawaian Kemenkeu terkait kebijakan sistem merit nasional dan kaitannya dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang penyederhanaan birokrasi, isu delayering dan dampaknya terhadap kebijakan pembinaan SDM bagi jabatan fungsional serta untuk mendapatkan komitmen para pimpinan di lingkungan Kemenkeu yang akan bersama-sama mengawal penerapan manajemen SDM berbasis sistem merit.

Dikutip dari laman Setjen, Sesjen Hadiyanto menekankan beberapa hal yaitu pentingnya penguatan sinergi antar-unit, bahwa semua manajer adalah human resources (HR) manager, bahwa seorang leader harus memiliki visi people oriented bukan hanya task oriented, adanya komitmen untuk melaksanakan manajemen talenta, penyiapan change management di lingkup unit untuk antisipasi delayering, serta mempertahankan dan memperbaiki sistem merit.  “Kita ingin memastikan di keseluruhan proses pengelolaan kepegawaian yang berbasis merit system itu bisa dijalankan berdasarkan semangat reform dan mencari serta memetakan SDM yang best suit dengan tujuan organisasi," ujar Sesjen.

Sementara itu,  Sekretaris Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Mudzakir memberikan uraian mengenai ilustrasi penyederhanaan birokrasi dan pembinaan jabatan fungsional termasuk di dalamnya tata cara pengusulan dan penetapan jabatan fungsional serta mekanisme promosi pejabat fungsional. (Setjen/hr/ds)