Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

11 Pejabat Eselon 1 Kemenkeu Tandatangani Kontrak Kinerja Tahun 2013

Jakarta, 07/03/2013 MoF (Fiscal) News - 11 Pejabat Eselon 1 Kementerian Keuangan menandatangani kontrak kinerja di depan Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo. Penandatanganan tersebut berlangsung di Aula Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (6/3). Kontrak kinerja merupakan ikhtisar rencana kinerja strategis yang akan dicapai pada tahun 2013 dan tolak ukur keberhasilan Kementerian Keuangan sebagai dasar penilaian dalam evaluasi kinerja pada akhir tahun 2013.

Penandatanganan dimulai dari Sekretaris Jenderal K.A. Badaruddin, di mana Sekjen memiliki 15 Sasaran Strategis (SS), 33 Indikator Kinerja Utama (IKU), 6 Inisiatif Stategis (IS). Salah satu IKU adalah persentase pejabat yang telah memenuhi standar kompetensi jabatan dengan target capaian sebesar 87 persen. IKU ini bertujuan untuk mengukur pembentukan SDM Kemenkeu yang berkompetensi tinggi.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Anggaran Harry Purnomo, yang memiliki 12 SS, 27 IKU dan 8 IS. Salah satu IKU adalah persentase dana blokir dengan target capaian sebesar 2 persen. IKU ini bertujuan untuk mendukung tingkat penyerapan anggaran yang optimal. Kemudian, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany menandatangani kontrak kinerja dengan 11 SS, 24 IKU dan 19 IS . Salah satu IKU adalah jumlah penerimaan pajak dengan target Rp1.042,285 triliun. IKU ini bertujuan untuk mengamankan pendapatan negara dari sektor pajak melalui optimalisasi pendapatan negara.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono memiliki 14 SS, 26 IKU dan 2 IS, di mana salah satu IKU adalah jumlah penerimaan Bea dan Cukai dengan target capaian Rp150,708 triliun. IKU ini bertujuan untuk mengamakan pendapatan negara dari sektor Bea dan Cukai melalui optimalisasi pendapatan negara.

Selanjutnya adalah Direktur Jenderal Perbendaharaan dengan 18 SS, 34 IKU, 6 IS. Salah satu IKU adalah persentase penyerapan belanja negara dalam DIPA K/L, dengan target sebesar 90 persen. IKU ini bertujuan untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan pekerjaan, tingkat penyerapan anggaran dan terwujudnya optimalisasi dana terhadap capaian kinerja yang telah direncanakan.

Untuk Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto, Kontrak Kinerja yang ditandatangani terdiri atas 15 SS, 27 IKU dan 5 IS. Salah satu IKU adalah persentase bidang tanah BMN yang direkomendasi untuk disertifikatkan dengan target capaian 80 persen. IKU ini bertujuan untuk memastikan aset-aset negara sudah disertifikasi, berkerja sama dengan K/L dan BPN. Sementara untuk Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Marwanto Harjowiryono, kontrak kinerja terdiri dari 12 SS, 24 IKU, 3 IS . Salah satu IKU adalah  indeks pemerataan keuangan antar daerah dengan capaian 0,7. IKU ini bertujuan untuk mengatahui efektifitas dana transfer daerah dalam rangka pemerataan pelaksanaan pembangunan daerah.

Inspektur Jenderal Sonny Loho memiliki 11 SS, 27 IKU dan 9 IS. Salah satu IKU adalah rata-rata indeks opini BPK atas LK BA 15, LK BUN, dan LK BA 999 dengan target capaian 4 (WTP). IKU ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan pengawasan yang dilakukan Itjen dalam membantu meningkatkan kualitas LK Kemenkeu, Bendahara Umum Negara dan LK BA 999. Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang P.S. Brodjonegoro memiliki 10 SS, 22 IKU dan 38 IS. Salah satu IKU adalah defiasi proyeksi kebijakan fiskal dengan target capaian sebesar 6 persen. IKU ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi proyeksi indikator ekonomi makro sehingga dapat dilakukan penyempurnaan kebijakan fiskal tahun berikutnya.

Untuk para Staf Ahli Menteri Keuangan, masing-masing memiliki 1 SS dan 1 IKU. Dalam penandatanganan ini, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Budiarso T.W. dan Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan TI Rionald Silaban hadir. IKU para Staf Ahli adalah tingkat kepuasan Menkeu terhadap Staf Ahli dengan target capaian 70 atau memuaskan. IKU ini untuk mengukur kepuasan Menkeu terhadapa dukungan yang diberikan Staf Ahli. (ik)