Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

15 Proyek MP3EI Di-groundbreaking 2014

Jakarta, 11/03/2013 MoF (Fiscal) News - 15 Proyek MP3EI senilai Rp36,2 triliun siap di-groundbreaking pada 2014. Ini merupakan bagian dari 40 proyek infrastruktur Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dalam kurun waktu 2014-2017, yang diprioritaskan pemerintah.

Menurut Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah Lucky Eko Wiryanto, 40 proyek ini bernilai Rp337 triliun. Sementara itu, 25 proyek dengan investasi sebesar Rp300,8 triliun maksimal akan di-groundbreaking pada 2017. "Nilai investasi ini termasuk perkiraan biaya pembebasan lahan," katanya dalam dokumen Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, seperti dikutip dari laman ekon.go.id pada Senin (11/3).

Berdasarkan data KP3EI, koridor dengan nilai investasi terbesar adalah koridor Jawa dan Sumatera. Pada koridor Jawa akan dibangun 10 proyek dengan investasi sebesar Rp113 triliun, di mana 4 proyek akan di-groundbreaking pada 2014 dan 6 proyek akan di-groundbreaking pada 2017. Sementara pada koridor Sumatera akan dibangun 12 proyek dengan investasi Rp111 triliun, 3 proyek akan di-groundbreaking 2014 dan 9 proyek akan di-groundreaking pada 2017.

Koridor selanjutnya adalah koridor Sulawesi yang akan dibangun 7 proyek dengan investasi Rp61 triliun, 2 proyek akan di-groundreaking pada 2014 dan 5 proyek di-groundreaking 2017. Koridor Kalimantan akan dibangun 5 proyek dengan investasi Rp41 triliun, 2 proyek akan di-groundreaking 2014 dan 3 proyek di-groundreaking 2017.

Koridor Bali – Nusa Tenggara akan dibangun 3 proyek dengan investasi sebesar Rp41 triliun, 2 proyek akan di-groundreaking 2014 dan 1 proyek di-groundreaking 2017. Terakhir adalah koridor Papua – Kepulauan Maluku akan dibangun 2 proyek dengan nilai investasi Rp3,3 triliun, dimana 1 proyek akan di-groundreaking 2014 dan 1 proyek akan di-groundreaking 2017.

“Proyek di Indonesia Bagian Timur sangat tergantung pada pendanaan APBN dan BUMN. Sementara itu, proyek di Indonesia Bagian Barat berpotensi untuk didanai dengan skema KPS,” ujarnya.

10 proyek infrastruktur pada koridor Jawa adalah Pelabuhan Cilamaya, Bandara Kertajati, Bandara Karawang, Kereta Api Solo – Madiun/Madiun – Surabaya, jalan akses menuju Kawasan Industri Purwakarta, Jalan tol Panimbang – Serang, PLTU Indramayu 4 (1x1000 MW), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, Sistem Pembangunan Air Limbah Jakarta dan SPAM Umbulan.

12 proyek infrastruktur pada koridor Sumatera adalah Pelabuhan Hubungan Internasional Kuala Tanjung, Pelabuhan Tanjung Sauh (Batam), Kereta Api Medan – Kualanamu, Jalan Tol Medan – Kualanamu, Jalan Tol Kualanamu – Tebing Tinggi, Jalan Tol Medan – Binjai, Jalan Tol Palembang – Indralaya, Jalan Tol Pekanbaru – Kandis – Dumai, Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar, Jalan Tol Tebing Tinggi – Kisaran – Rantau Prapat, Jalan Tol Lubuk Pakam – Tebing Tinggi dan PLTU Pangkalan Susu 2x200 MW.

7 proyek infrastruktur pada koridor Sulawesi adalah Pelabuhan Hubungan Internasional Bitung, Makassar New Port, Kereta Api Makassar – Pare-Pare, Jalan Palu – Parigi, Jalan Tol Manado – Bitung, PLTA Karama (4x112,5 MW) dan PLTU Takalar 2x100 MW.

5 proyek infrastruktur pada koridor Kalimantan adalah Pelabuhan Maloy, Pembangunan jalur KA Purukcahu – Bangkuang – Mangkatip, Jembatan Pulau Balang, Jalan tol Balikpapan Samarinda dan PLTU Asamasam 5 – 6 (2x100 MW).

3 proyek infrastruktur koridor Bali-Nusa Tenggara adalah SPAM Bali Selatan, Pelabuhan Teluk Lembar, Dam Kolhua dan Raknamo.

2 proyek infrastruktur koridor Papua-Kep. Maluku adalah Pelabuhan Sorong di Seget, dan jalan Enarotali – Tiom dan satu proyek nasional yakni Proyek Palapa Ring (pembangunan broadband fiber optik di koridor Papua – Maluku, Sumatera, Sulawesi dan Bali – Nusa Tenggara). (ik)