Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

2,1 Kg Methamphetamine Ditegah

Jakarta, 10/05/2013 MoF (Fiscal) News - Kerja sama antara tim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Soekarno-Hatta, Badan Narkotika Nasional, serta Garuda Indonesia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika seberat lebih dari dua kilogram. “Barang bukti kristal bening jenis Methamphetamine sebanyak 2.124 gram bruto dengan estimasi nilai barang Rp2,867 miliar,” kata Kepala KPPBC TMP Soekarno-Hatta Okto Irinto, seperti dikutip dari siaran persnya pada Jumat (10/5).

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan menyembunyikan barang di dalam dinding palsu pada dasar koper yang dibawanya. Sebelumnya, Tim Customs Tactical Unit (CTU) telah memiliki hasil dari analisa intelijen dan profilling terhadap penumpang. Tim mencurigai seorang penumpang laki-laki WNI yang menumpang pesawat pada Sabtu (4/5) dengan rute Kuala Lumpur-Jakarta-Surabaya. Dari pemeriksaan badan dan pemeriksaan barang bawaan petugas menemukan kristal bening yang diduga Methamphetamine. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Bea dan Cukai (BPIB) Cempaka putih, diketahui kristal bening tersebut positif Methamphetamine. Untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Penyidik Badan Narkotika Nasional.

Metamphetamine sesuai UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tanggal 12 Oktober 2009 merupakan kategori Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Miliar ditambah 1/3. (fin)