Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

2013-2014, Periode Stabilisasi Makroekonomi

Jakarta, 28/10/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah dan BI terus berupaya untuk terus menyelesaikan masalah terkait current account deficit (defisit neraca berjalan). Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, pemerintah melakukan pengetatan fiskal yang dapat dilihat dari angka defisit yang lebih kecil dibandingkan APBN-P 2013. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan M. Chatib Basri saat konferensi pers di Aula Djuanda I, Kementerian Keuangan pada Senin (28/10).

"Secara konsep, problem di current account deficit, solusinya dua. Anda buat kebijakan moneter ketat atau fiskal ketat," kata Menkeu. Pengetatan moneter sudah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan interest rate sebesar 150 bps.  Dari kebijakan fiskal, pemerintah memperkecil defisit dari 2,4 persen di tahun 2013 menjadi 1,69 persen untuk 2014.

"Ini menunjukkan fiscal tightening, sehingga kita memang tidak mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen di 2014. Karena prioritas pemerintah dan BI 2013 - 2014 adalah periode stabilisasi," jelasnyanya. Tanpa stabilitas makro, keuangan terganggu sehingga dapat mengganggu sendi-sendi ekonomi termasuk pertumbuhan ekonomi. "Jadi kita harus taruh prioritas. Di dalam policy selalu ada pilihan, kalau kita coba push dengan growth akibatnya fundamental kita akan tidak stabil, dan dalam medium term akan terganggu," pungkas Menkeu. (fin)