Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

2014, Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksikan Meningkat

 

Jakarta, 03/07/2013 MoF (Fiscal) News – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan kembali meningkat pada tahun 2014.  Demikian disampaikan  Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop saat peluncuran laporan triwulanan yang terbaru atas kinerja perekonomian Indonesia oleh Bank Dunia, Selasa (2/7) di Jakarta. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat pada 2014 karena terdapat perlambatan risiko dan diprediksi akan mencapai 6,2 persen,” katanya.

Bank Dunia menilai, kuartal kedua tahun 2013 merupakan kuartal yang penting bagi Indonesia dengan penyesuaian ekonomi, penetapan kebijakan dan pasar keuangan terhadap tekanan-tekanan yang mulai mendesak selama beberapa kuartal terakhir dan pergeseran dalam lingkungan dunia. “Menjaga kebijakan-kebijakan ekonomi makro yang fleksibel tetapi dapat diprediksi dan dikomunikasikan dengan baik akan membantu Indonesia melalui masa yang penuh ketidakpastian ini,” ungkap Diop.

Mengenai tekanan dari sisi eksternal berupa adanya rencana Bank Sentral AS mengakhiri pembelian obligasinya pada tahun 2014, Diop mengatakan, hal itu telah memicu penjualan besar-besaran pada aset-aset pasar negara berkembang (emerging market). Ini juga memicu Bank Indonesia untuk meningkatkan suku bunga sebagai penyesuaian kebijakan terhadap perubahan dinamika keadaan eksternal.

Sementara dari sisi internal, Bank Dunia memandang terdapat risiko yang tinggi dengan permintaan dalam negeri yang akan menghadapi kendala berupa inflasi, sebagai dampak dari peningkatan harga BBM dan potensi pengaruh dari gejolak pasar keuangan yang belakangan terjadi, serta perlemahan harga komoditas tampaknya akan terus membebani ekspor.

Oleh karenanya, Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2013 akan mencapai 5,9 persen, di bawah proyeksi sebelumnya sebesar 6,2 persen untuk tahun ini, yang mencerminkan perlambatan pertumbuhan permintaan dalam negeri dan berlanjutnya tekanan terhadap harga-harga komoditas dan penerimaan ekspor. (ak)