Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

3 Fokus Pemerintah Dalam Pembangunan Transportasi

Jakarta, 15/05/2016 Kemenkeu - Indonesia akan fokus pada pembangunan infrastruktur transportasi masal perkotaan, Bus-based Mass Transit (BRT) dan peningkatan kapasitas & kualitas jalan raya. Demikian disampaikan oleh Bambang Prihartono, Direktur Transportasi PPN/Bappenas dalam kesempatannya menjadi pembicara di seminar bertajuk “Role of climate friendly transport system in promoting inclusive growth”. Seminar yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta (15/05), tersebut merupakan salah satu rangkaian dari Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41.

“Indonesia perlu beralih ke transportasi publik. Salah satunya adalah dengan pembangunan infrastruktur perkeretaapian,” tegasnya. Selain akan meningkatkan pembangunan infrastruktur perkeretaapian, pemerintah akan fokus pada dua sektor transportasi lain, yaitu Bus-based Mass Transit (BRT) dan peningkatan kapasitas dan kualitan jalan raya.

Sebelumnya Bambang menjelaskan beberapa hal yang menjadi latar belakang hal tersebut. Menurutnya, di tahun 2005, konsumsi energi terbesar digunakan untuk BBM, yaitu sebesar 48 persen. Kedua, di tahun yang sama, sebanyak 23 persen dari total CO2 yang dihasilkan dari sektor energi, berasal dari emisi kendaraan bermotor. Ketiga, total emisi CO2 yang dihasilkan di tahun 2010 sebanyak 60 juta Ton. Selanjutnya, terjadi ketidakmerataan konsumsi BBM untuk transportasi, yaitu 90 persen transportasi darat, 6,9 persen laut, 2,4 persen udara, serta 1 persen kereta api.

Rencana pembangunan ketiga jenis infrastruktur transpotasi perkotaan tersebut, tidak hanya direncanakan di Jabodetabek, tapi juga akan digarap di berbagai kota lain. Sebagai contoh, BRT direncanakan akan dibangun pula di 34 kota besar lain seperti Semarang, Jogja, Solo, Gorontalo, hingga Ambon. (fin)