Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

3 Masalah yang Hambat Arus Barang di Tanjung Priok

Jakarta, 09/07/2013 MoF (Fiscal) News - Sebagai salah satu dari banyaknya entitas di pelabuhan, Bea Cukai mengalami kendala untuk mengurai keruwetan di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai (KPUBC) Tanjung Priok Bahaduri Wijayanta, ada 3 permasalahan yang menghambat arus barang keluar dan masuk Pelabuhan Tanjung Priok. Ini disampaikannya saat konferensi pers di KPUBC Tanjung Priok, Jakarta, Senin Malam (8/7).

Menurutnya, masalah pertama adalah waktu inap peti kemas yang terlalu lama. Banyaknya penumpukan peti kemas ini disebabkan oleh lamanya izin larangan pembatasan (lartas) yang diterbitkan oleh instansi terkait lainnya. Tanpa izin lartas, BC tidak dapat menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Kedua, pemeriksaan di BC untuk barang impor yang masuk jalur merah masih membutuhkan waktu proses yang cukup lama. “Meskipun kontribusi jalur merah cuma 25 persen, kami berusaha untuk tekan. Kami tadi dihitung 1,13 hari. Kami tekan terus karena tahun kemaren itu 0,97 hari,” katanya. Untuk menanggulangi ini, BC sudah mulai melakukan pemeriksaan sampai jam 23.00 dan juga melakukan penambahan SDM untuk pemeriksa.

Terakhir, masalah ini dapat terjadi karena belum optimalnya pemanfaatan layanan 24 jam setiap hari dalam pengurusan ekspor dan impor. Di kesempatan yang sama, Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono berharap bahwa kesiapan yang ditunjukkan BC dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pihak-pihak terkait yang berkepentingan seperti importir dan pengelola TPS dan TPF. (fin)