Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati nasehat kepada mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) pada acara Puncak Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia 2017 di Balairung, UI Depok (12/08)

3 Nasehat Menkeu kepada Mahasiswa Baru UI

Jakarta, 14/08/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan tiga nasehat kepada mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) pada acara Puncak Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia 2017 di Balairung, UI Depok pada Sabtu (12/08).

Nasehat pertama, Menkeu berharap kepada para Mahasiswa baru agar konsentrasi terhadap jalur yang dipilihnya. Menkeu menjelaskan bahwa saat ini tantangan jauh lebih sulit karena memiliki banyak sekali distraksi yang menarik perhatian. Distraksi tersebut bisa dari banyaknya pilihan seperti jurusan kuliah, tayangan televisi dan hiburan di smartphone. Menurutnya, kita seharusnya tidak menjadi bebek yang hanya ikut pilihan orang lain. "Pilihan sangat banyak, oleh karena itu, your job is to make a good choice. It’s so different. Dulu jalur cuma satu, be exellent in that jalur!," tegasnya. 

Kedua, Menkeu memberi nasehat agar Mahasiswa baru terlatih untuk melihat hal secara detail. "Pay attention to details, jangan jadi orang generalis, harus detil dan berbobot," pesannya.

Terakhir, tentang karakter, ia menekankan untuk menjadi manusia yang peduli terhadap orang lain. Menkeu mengharapkan agar antar mahasiswa saling mengenal dan peduli satu sama lain. "Kalau di tingkat kalian tidak bisa begitu (peduli orang lain), maka nanti di tingkat Indonesia anda tidak akan bisa berbhineka, berbeda-beda tapi tetap satu, Indonesia," tegasnya.

Mengakhiri pesannya, Menkeu berharap agar para mahasiswa agar tidak hanya peduli pada diri sendiri, tapi juga peduli terhadap masyarakat sekitarnya. "Menjadi mahasiswa UI artinya Anda semua menjadi warga dunia. Indonesia bukan satu-satunya negara di dunia, kita adalah warga dunia, jangan pernah merasa Anda hanya peduli terhadap Indonesia (tetapi juga) peduli terhadap Kemanusiaan yang adil dan Beradab. Manusia adalah makhluk sosial yang harus peduli satu sama lain," tutupnya. (at/nr)