Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memaparkan capaian 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/10)

3 Tahun Jokowi-JK, Ini Bentuk Pemerataan Kesejahteraan dan Pemberantasan Kemiskinan

Jakarta, 18/10/2017 Kemenkeu - Sejumlah menteri dan wakil menteri memaparkan capaian 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/10). Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menyatakan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) fokus pada kontribusi perbaikan kesenjangan dan pemberantasan kemiskinan.  

“Yang pertama untuk perbaikan kesenjangan dan pengentasan kemiskinan seperti perluasan program perlindungan sosial. Ini untuk indikator perbaikan kesenjangan dan kemiskinan terutama untuk PKH (Program Keluarga Harapan) dan PBI (Penerima Bantuan Iuran),” terangnya.

Ia menambahkan, program untuk memberantas kemiskinan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki program Kredit Ultra Mikro (UMI) sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PERA) memiliki program kredit untuk masyarakat berpendapatan rendah dan kecil. 

“Kemudian, BLU-nya (Badan Layanan Umum) Kementerian Keuangan ada Kredit Ultra Mikro atau UMI, KemenPU-PERA mengenai kredit untuk perumahan masyarakat berpendapatan rendah dan kecil,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Jokowi-JK memprioritaskan pembangunan di daerah tertinggal dan pemberdayaan masyarakat di daerah terpencil antara lain dalam bentuk peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).  

“Di dalam transfer ke daerah, Kementerian Keuangan memberikan kenaikan DAK terutama afirmasi. Dana Alokasi Khusus untuk fisik ini afirmasi untuk daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan dan juga afirmasi pengalokasian DAU bagi daerah kepulauan. Bahkan di tahun 2018 nanti, daerah kepulauan ini formulanya 100% akan dimasukkan sebagai formula DAU untuk wilayah. (Termasuk) tunjangan khusus desa tertinggal sampai semuanya (berjumlah) Rp31,9 triliun,” pungkasnya. (bit/nr)