Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

36 KTP Elektronik Palsu Diambil dari Blanko Bekas

Jakarta, 13/02/2017 Kemenkeu - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrullah, menjelaskan bahwa KTP elektronik yang didatangkan dari Kamboja melalui Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu, merupakan kartu identitas bekas yang kemudian dipalsukan. Menurutnya, kartu-kartu itu telah dipalsukan dengan menempelkan data orang lain.


Dari 36 kartu tersebut, sebanyak 20 buah telah mengalami kerusakan chip. Sedangkan 16 lainnya, masih dapat terbaca oleh mesih pembaca kartu (card reader). "Jadi, ini bagian depan datanya saja yang dipalsukan. Beserta dengan fotonya yang seluruhnya dibedakan," katanya di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (13/02) seperti dikutip melalui keterangan pers Puspen Kemendagri.


Zudan menambahkan bahwa modus pemalsuannya adalah dengan mengganti salah satu kolom identitas dan mengganti foto. Hal ini dapat dilakukan karena pemilik KTP yang asli sudah menggunakan KTP baru. Sedangkan kartu yang rusak, umumnya sudah mengalami kecacatan pada fisiknya sehingga tidak dapat terbaca lagi. "Kalau dipindai lewat card reader yang kami punya, langsung kelihatan pemilik aslinya. Sedangkan yang terlihat kasat mata itu, palsu dan tidak ada di bank data kami," jelasnya. (as/rsa)