Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi Tahun Ini

Jakarta, 04/04/2016 Kemenkeu - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan kembali naik tahun ini, seiring respons positif konsumen dan investor terhadap upaya pemerintah dalam memperbaiki investasi publik dan melakukan reformasi struktural.

Dalam publikasi ekonomi tahunannya yang bertajuk Asian Development Outlook (ADO) 2016 yang dirilis pada Jumat (1/4), Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan semakin membaik dari 4,8 persen pada tahun 2015 menjadi 5,2 persen pada tahun ini, dan 5,5 persen pada tahun 2017.

“Di tengah gejolak pasar keuangan global, berbagai reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mampu memperkuat kepercayaan pasar dan membawa hasil positif,” ujar Kepala Perwakilan ADB di Indonesia Steven Tabor.

Untuk mempertahankan momentum reformasi tersebut, lanjutnya, Indonesia harus dapat merealisasikan program investasi publik untuk mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan yang baru. “Sangatlah penting bagi Indonesia untuk melaksanakan program investasi publiknya yang ambisius, guna memperdalam dan mempertahankan momentum reformasi tersebut, demi meningkatkan produktivitas, menarik investasi, dan mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan yang baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam jangka panjang, tantangan bagi Indonesia antara lain adalah untuk mendiversifikasi kegiatan ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada sejumlah kecil komoditas. Hal ini menjadi langkah penting dalam konteks melemahnya permintaan global terhadap komoditas.

Oleh karena itu, perluasan sektor manufaktur menjadi salah satu hal yang dapat membantu Indonesia meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi. “Hal-hal yang dapat membantu antara lain adalah perluasan sektor manufaktur, serta juga fokus pada berbagai sektor yang dapat mendorong pertumbuhan tinggi, seperti pariwisata, pertanian bernilai tambah tinggi, perikanan laut, budidaya perairan, dan e-commerce,” urainya.(nv)