Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

ADB: RI Pimpin Pertumbuhan Pasar Obligasi di Kawasan Asia Timur

Jakarta, 26/11/2013 MoF (Fiscal) News - Indonesia tercatat memimpin pertumbuhan pasar obligasi  di kawasan Asia Timur. Hal ini tercatat dalam  laporan triwulanan Asia Bond Monitor yang dirilis Asian Development Bank (ADB) pada Senin (25/11).

ADB mencatat, pertumbuhan pasar obligasi paling tinggi terjadi di Indonesia, yaitu sebesar 3,9 persen; disusul Filipina 3,6 persen dan China 3,0 persen. Pertumbuhan di sektor obligasi pemerintah  terutama didorong oleh obligasi pemerintah pusat, terdiri dari surat perbendaharaan negara dan obligasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan di Indonesia.

Di sektor korporasi, pertumbuhan datang terutama dari peningkatan luar biasa obligasi korporasi dan obligasi subordinasi. Dengan demikian, ADB mencatat, secara keseluruhan pasar obligasi di kawasan Asia Timur terus mengalami pertumbuhan, meskipun kondisi perekonomian dan ketidakpastian di pasar global masih berlanjut.  

Kepemilikan obligasi pemerintah di kawasan ini tumbuh sebesar 2,1 persen pada triwulan ini, menjadi sekitar 4,4 triliun dolar AS. Angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan pencapaian pada April hingga Juni 2013 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,1 persen.

Sementara itu, obligasi korporasi meningkat 2,9 persen menjadi 2,7 triliun dolar AS, melambat dari ekspansi pada tiga bulan sebelumnya yang mencapai 8,0 persen. Meskipun obligasi pemerintah masih menjadi pemain utama arus perdagangan obligasi di kawasan Asia Timur, tetapi investor institusional seperti dana pensiun, asuransi, bank swasta dan perusahaan manajemen aset menjadi semakin penting.

Sebagai informasi, negara di kawasan Asia Timur yang tercatat dalam laporan ADB terdiri dari China, Hong Kong, Indonesia, Republik Korea (Korea Selatan), Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.(ak)