Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Agar Ekonomi Tetap Baik, Kemenkeu Perkuat Diri Songsong 2014

Jakarta, 6/2/2013 MoF (Fiscal) News - Menyongsong “tahun politik”, Kementerian Keuangan akan memperkuat diri melaksanakan tugas-tugasnya agar perekonomian Indonesia tetap terjaga. “Sebagai negara demokrasi harus sambut baik. Juga di waktu-waktu lalu, biasanya pemilihan umum itu sinonim dengan percepatan perekonomian. Ada aspek stimulusnya di situ,” kata Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar di Jakarta, Rabu (6/2).

Menurutnya, terkait hal tersebut, pertama, Kemenkeu akan menjaga keberlanjutan fiskal sebagai jangkar kestabilan ekonomi Indonesia. “At all cost. Tidak ada kompromi. Sebab itu adalah jangkar ekonomi kita. Jangan underestimate pentingnya keberlanjutan fiskal,” katanya. Apalagi, mengingat tahun ini target perpajakan naik di atas Rp1.000 triliun, para aparat di Ditjen Pajak dan Bea Cukai juga dituntut bekerja maksimal. “Setiap malam, kami itu selalu lewat tengah malam ketemu aparat pajak dan bea cukai. Karena targetnya lewat seribu triliun,” tambahnya.

Selanjutnya adalah mendorong anggaran infrastruktur untuk terus meningkat di tahun mendatang. Salah satunya dengan perbaikan anggaran subsidi BBM untuk kemudian dialokasikan ke infrastruktur. “Kalau kita bisa memperbaiki subsidi BBM setengahnya saja, maka tahun depan kita bicara besaran 250 – 300 triliun alokasi APBN untuk belanja modal, utamanya infrastruktur,” jelas Mahendra.

Terakhir, melalui Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), Kemenkeu, BI, OJK dan LPS telah bersinergi untuk melakukan perumusan kebijakan terkait sistem keuangan, governance dan prudential sektor perbankan, non bank, dan pasar modal. “Ini juga merupakan momentum yang baik yang akan dijaga forum itu. Kalau fiskal dan stabilitas sistem keuangan bisa dijaga, kita bisa menyambut pesta demokrasi dengan semangat,” pungkas Mahendra. (ikd)