Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Akhir Triwulan III-2016, Realisasi Pendapatan Negara Capai 60,5 Persen

Jakarta, 13/10/2016 Kemenkeu – Dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (12/10), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan realisasi pendapatan dan belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Hingga 30 September 2016, realisasi pendapatan negara mencapai Rp1081,2 triliun atau 60,5 persen dari target dalam APBN-P 2016 yang sebesar Rp1.786 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi Penerimaan Perpajakan tercatat sebesar Rp896,1 triliun, atau 58,2 persen dari target APBN-P 2016 yang sebesar Rp1.539,2 triliun, yang belum dikoreksi dengan adanya potensi shortfall Rp219 triliun.

“Capaian pajak penghasilan (PPh) non migas mengalami peningkatan dari Rp357,8 triliun menjadi Rp476,5 triliun. Itu suatu peningkatan yang cukup besar, terutama berasal dari tax amnesty,” ungkapnya. Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp183,8 triliun atau 75 persen dari target APBN-P 2016 yang sebesar Rp245 triliun.

Di sisi belanja, untuk transfer ke daerah dan dana desa, realisasinya tercatat lebih rendah dari tahun 2015, yaitu Rp537,8 triliun. Hal tersebut disebabkan, adanya daerah yang mengalami penundaan penyaluran transfer ke daerah, karena kebijakan yang telah dilakukan dalam rangka mengelola APBN-P 2016.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan bahwa tren perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang masih berlangsung hingga tahun depan diprediksi akan berpengaruh terhadap kinerja penerimaan perpajakan. “Perkembangan pertumbuhan ekonomi dunia masih terjadi pelemahan, terlihat dari sisi ekspor dan impor tahun 2016 yang masih rendah. Hal ini akan membawa dampak terhadap kinerja penerimaan dari sektor perpajakan,” ungkapnya.(hi)