Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Amandemen CMIM Berlaku Efektif 17 Juli 2014

Jakarta, 21/07/2014 MoF (Fiscal) News - Untuk memperkuat kesiapan regional dalam menghadapi gejolak ekonomi global, telah dilakukan amandemen perjanjian Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) yang berlaku efektif mulai 17 Juli 2014.

Bank Indonesia dalam keterangan resminya pada Jumat (18/7) menyatakan, amandemen ini akan memperkuat jaring pengaman keuangan regional bagi anggota CMIM dalam menghadapi masalah neraca pembayaran potensial maupun aktual, serta kesulitan likuiditas jangka pendek.

Elemen utama dalam amandemen perjanjian CMIM yaitu peningkatan nilai komitmen kerja sama menjadi sebesar 240 miliar dolar AS, dari 120 miliar dolar AS; tersedianya fasilitas CMIM Precautionary Line (Pencegahan Krisis); dan peningkatan IMF de-linked portion dari 20 persen menjadi 30 persen.

Seperti diketahui, CMIM merupakan kerja sama keuangan antar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Kawasan ASEAN bersama dengan Tiongkok, Jepang dan Korea (ASEAN+3), serta Hong Kong Monetary Authority (HKMA). Kerja sama ini ditujukan untuk mengatasi kesulitan neraca pembayaran dan likuiditas jangka pendek, serta untuk melengkapi fasilitas pendanaan internasional lain yang telah ada.(nv)

 

Informasi terkait: