Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Amnesti Pajak Diterapkan, Rupiah Menguat, Cadangan Devisa Meningkat

Jakarta, 20/07/2016 Kemenkeu - Amnesti pajak memiliki manfaat yang sangat besar bagi perekonomian nasional. Salah satu dampak positif amnesti pajak yang langsung dirasakan, menurut Presiden Joko Widodo, adalah penguatan nilai tukar rupiah.

“Dari amnesti pajak ini akan ada yang namanya penguatan nilai tukar rupiah. Dan sekarang sudah kejadian, belum masuk (amnesti pajak) saja sudah kejadian,” jelas Presiden dalam Sosialisasi Amnesti Pajak di Surabaya, Jumat (15/07) pekan lalu.

Selain itu, Presiden juga menerangkan beberapa manfaat lain dari amnesti pajak yang berdampak besar bagi perekonomian nasional. Cadangan devisa, misalnya, mengalami peningkatan sesaat sebelum amnesti pajak dimulai. “Cadangan devisa kita pasti akan naik. Ini baru 1-2 hari saja sudah naik. Sekarang 109 miliar dolar AS, dari yang sebelumnya 103 (miliar dolar AS),” ungkapnya.

Selain itu, likuiditas perbankan juga diyakini akan meningkat. Dengan peningkatan tersebut, penyaluran kredit kepada masyarakat pun akan semakin meningkat. “Perbankan kita akan kebanjiran uang, sehingga nanti penyaluran kredit pun juga akan semakin banyak kepada masyarakat, baik usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, juga usaha besar,” urai Presiden.

Terakhir, penerimaan negara juga dipastikan meningkat dalam tahun-tahun mendatang, diiringi dengan percepatan pembangunan nasional. Hal tersebut akan diikuti dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang akan memberi manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Yang terakhir tentu saja peningkatan penerimaan negara, tidak hanya tahun ini, tapi tahun depan, tahun depannya lagi, tahun depannya lagi, sehingga pembangunan ini akan semakin cepat. Kalau pembangunan cepat, pertumbuhan ekonomi juga akan naik. Yang dapat siapa? Rakyat. Kalau ekonomi tumbuh, semuanya mau jualan apa juga laku,” pungkasnya.(nv)