Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya pada World Economic Forum on ASEAN di National Convention Center, Hanoi, Rabu (12/09).

Analogikan Film Avengers, Presiden Jokowi Siap Cegah Perang Tanpa Batas dengan Kolaborasi

Hanoi, 13/09/2018 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini menuju perang yang tak terbatas atau infinity war. Mengambil analogi film Avengers: Infinity War dimana sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, Presiden Jokowi mengatakan ia dan sesama rekan Avengers lainnya siap mencegah hal tersebut terjadi dengan kolaborasi.

Namun, Presiden Jokowi menegaskan untuk menuju ke arah sana, kita harus mencegah terlebih dahulu perang dagang untuk menjadi 'perang yang tak terbatas'. Sosok 'Thanos' menurut Presiden, bukanlah seorang individu, namun sebuah kepercayaan yang salah bahwa untuk mencapai keberhasilan kita, yang lain harus mengalah.

"Perang yang tak terbatas bukan hanya tentang perang dagang, namun tentang kita semua agar kembali belajar pada sejarah, bahwa dengan kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan, kita sebagai manusia dapat menikmati kelimpahan, dan kita bisa menghasilkan bukan 'perang yang tak terbatas' melainkan 'sumber yang tak terbatas'," ujar Presiden saat menyampaikan pidatonya pada World Economic Forum on ASEAN di National Convention Center, Hanoi, Rabu (12/09).

Dikutip dari rilis resmi Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, menurut Presiden, pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kemampuan memperbanyak sumber daya dari sebelumnya.

"Saya percaya bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan, karena salah satu aspek penting dari Industri 4.0 adalah penurunan biaya produk dan jasa sehingga menyebabkan produk tersebut lebih murah dan mudah dijangkau bagi kalangan berpendapatan rendah," paparnya.

Sumber daya manusia juga turut mendorong revolusi industri keempat atau Revolusi Industri 4.0. Presiden mengatakan bahwa pada 4 April lalu ia telah meluncurkan program pemerintah Revolusi Industri 4.0 yang diberi nama "Making Indonesia 4.0".

Oleh sebab itu ia yakin, ASEAN, termasuk Indonesia akan menjadi yang terdepan dalam Revolusi Industri 4.0. Presiden kembali mencontohkan dalam Asian Games misalnya, Indonesia telah mempertunjukkan uji coba mobil otonom (tanpa pengemudi) yang beroperasi di jaringan 5G. (nr/rsa)