Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Anggaran Subsidi BBM Untuk Kegiatan Produktif

Jakarta, 18/04/2013 MoF (Fiscal) News - Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) mendukung pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kelompok mobil pribadi. Pasalnya, anggaran subsidi tersebut bisa direalokasikan kepada pembangunan produktif seperti infrastruktur. Demikian disampaikan Bendahara Umum Hipmi Bayu Priawan Djokosoetono, di Jakarta, Rabu (17/4).

Menurutnya, sebagai pengusaha maka perlu ada kepastian kebijakan pemerintah, salah satunya terkait dengan isu BBM subsidi ini. "Kami mendesak dicabut saja karena subsidi itu bisa dialokasikan ke sektor yang lebih bermanfaat seperti infrastruktur yang dampaknya bisa ke pertumbuhan ekonomi, dan pada kenyataannya infrastruktur di Indonesia tidak memenuhi syarat," tandasnya.

Ia mengatakan, pencabutan subsidi BBM ini lebih diperuntukan bagi kendaraan-kendaraan pribadi, mengingat orang yang memiliki kendaraan pribadi sebenarnya tidak berhak mendapatkan subsidi dari negara. Pasalnya, subsidi BBM masih dibutuhkan oleh pembangkit tenaga listrik, petani, maupun angkutan umum yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Jadi memang pemikiran kita lebih kepada tekanan bagaimana kepastian dari kebijakan tersebut, tapi secara keseluruhan kebijakan yang akan diambil pemerintah diharapkan tidak menghentikan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Ans)