Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Angka Inflasi Pasca Pembatasan Subsidi BBM Tidak Mengkhawatirkan



Jakarta, 23/12/2011 MoF (Fiscal) News –
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan pemerintah tidak terlalu mengkhawatirkan angka inflasi terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilaksanakan tahun 2012. Pasalnya, dampak angka inflasi masih rendah sampai tahun 2012 mendatang. Demikian disampaikan Wamenkeu saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (22/12) petang.

Wamenkeu mengatakan, kondisi global disinyalir tidak mengkhawatirkan angka inflasi di Indonesia. "Relatif sudah dihitung semua implikasinya terhadap inflasi dan diantispasi dampaknya di masyarakat bawah," ujar Wamenkeu. Ia menambahkan, berbagai program seperti program sosial, PNPM, BOS masih tetap berjalan pada 2012, bahkan dananya lebih besar dari tahun 2011.

Menurut Wamenkeu, kebijakan pembatasan subsidi BBM hanya akan menyumbang sedikit pada angka inflasi. "Angkanya cuma 0,0 sekian gitu kok, nggak besar (dampak inflasinya). Jadi, nggak ada kekhawatiran sama sekali," ungkapnya.  Yang terpenting menurutnya adalah memastikan bahwa program pembatasan subsidi BBM dapat dilaksanakan dengan baik, mengingat implikasi dari kebijakan tersebut lebih besar ke fiskal. "Jadi kalau bisa ditahan sampai pada level yang sudah diputuskan di APBN, kita akan punya cukup ruang untuk pendanaan inflastruktur," tukas Wamenkeu. (sgd)