Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati foto bersama dalam pada acara Seminar Nasional “Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter yang Adil, Transparan, dan Akuntabel” di Grand Ballroom Hotel Kempinski, pada Jumat (14/09).

APINDO dan KADIN Deklarasikan Gerakan Penguatan Ekonomi Indonesia

Jakarta, 17/09/2018 Kemenkeu - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mendeklarasikan gerakan penguatan ekonomi Indonesia pada acara Seminar Nasional “Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter yang Adil, Transparan, dan Akuntabel”  di Grand Ballroom Hotel Kempinski, pada Jumat (14/09). 

Hal tersebut dinyatakan oleh kedua asosiasi tersebut saat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa tahun 2018, ekonomi mengalami dinamika global yang sangat menantang. 

“2018 masuk dengan optimisme tinggi, (tapi) dinamikanya menunjukkan perubahan yang sangat dinamis,” tukas Menkeu di kesempatan yang sama. 

Adapun langkah-langkah dukungan yang diserukan para pengusaha untuk memperkuat ekonomi dan rupiah antara lain pertama, pembatasan penggunaan transaksi valuta asing. Kedua, mengutamakan pemasok dalam negeri dalam rantai bisnis. Ketiga, meningkatkan ekspor dan mencari peluang pasar non tradisional luar negeri.

Tidak hanya ketiga hal tersebut di atas, pengusaha pun akan menyusun rancangan investasi dalam bentuk rupiah termasuk pinjaman serta memaksimalkan tenaga kerja dan ahli lokal. Upah tenaga kerja asing pun akan dikonversi ke rupiah dengan nilai yang tetap.

Selanjutnya, Menkeu menerangkan hingga September 2018 penerimaan pajak tumbuh 16,5%. Sementara tahun 2017 hanya tumbuh 9,5%. Selain itu, posisi defisit September 2017 mencapai Rp224 triliun sedangkan tahun ini hanya Rp150 triliun.

Menkeu juga menjelaskan dengan inflasi rendah selama tiga tahun berturut-turut telah menciptakan kredibilitas dalam menciptakan stabilitas harga. Dari sektor perbankan, Indonesia saat ini memiliki posisi yang cukup stabil dan kuat. Hal ini dilihat dari meningkatnya loan to deposit ratio.

“Itu berarti sumbangan dari seluruh yang ada di ruangan ini yang menyebabkan APBN kita kuat,” katanya kepada 1.200 pengusaha yang hadir. (mra/ind/nr)