Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Arti Pancasila Bagi Menteri Keuangan

Jakarta, 02/06/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ikut serta dalam acara Pekan Pancasila di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pada Kamis (01/06), selepas mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden dan Wakil Presiden serta jajaran Kabinet Kerja. Menurut Menkeu, dengan mengatakan “Saya Pancasila” merupakan penekanan pada diri sendiri mengenai nilai-nilai yang tertanam dalam Pancasila.


“Bagi saya, mengatakan Saya Indonesia, Saya Pancasila, sebetulnya memberikan lagi semacam penekanan dan meyakinkan kepada kita bahwa jiwa kita, jiwa Indonesia dan jiwa pancasila. Saya bukan bangsa lain, saya adalah bangsa Indonesia, yang memiliki landasan pancasila. Itu yang ingin saya sampaikan,” tegas Menkeu.


Lima sila yang tercantum memiliki artian sendiri dalam kehidupan sehar-hari. Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, menurutnya, bahwa kemanusiaan tidak membedakan asal seseorang. “Tidak mengatakan manusianya harus Indonesia, sukunya harus jawa, agamanya harus islam, gak ada. Itu artinya seluruh manusia harus adil dan beradab,” katanya.


Selanjutnya, persatuan Indonesia yang berarti setiap tindakan, ucapan, dan tingkah laku harus bertujuan untuk memperkuat persatuan di Indonesia. “Kalau memutuskan kebijakan publik, kita juga harus terus membuat persatuan Indonesia yang makin kokoh,” tambahnya. Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, yaitu mengenai demokrasi yang memiliki akuntabilitas, di mana rakyat diwakili dan keputusan diambil berdasarkan mufakat.


Terakhir, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Kalau kami di Kemenkeu itu makin mengena lagi, karena kita akan terus bertanya apakah yang kita putuskan, kita disain di APBN, pajak, belanja negara, itu bisa makin mendekatkan kita kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Menkeu. (as/rsa)