Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Asumsi APBN Berubah, Defisit Tetap Dijaga 2,15 Persen

Jakarta, 03/11/2015 Kemenkeu - Beberapa asumsi-asumsi dalam APBN 2016 mengalami perubahan jika dibandingkan dengan yang diajukan dalam nota keuangan. Hal ini berpengaruh pada penurunan pendapatan dan belanja negara sebesar masing-masing Rp25,6 triliun.

"Pendapatan negara menjadi Rp1.822.5 triliun atau lebih rendah Rp25,6 triliun. Sementara belanja negara menjadi Rp2.095,7 triliun atau lebih rendah Rp25,6 triliun," jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat konferensi pers di Kantor Pusat DJP, Jakarta pada Selasa (03/11). Namun dengan perubahan ini, defisit tetap sama pada level 2,15 persen dari PDB.

Beberapa asumsi yang berubah dari perbandingan dengan nota keuangan yang diajukan pada 14 Agustus adalah asumsi pertumbuhan dari 5,5 persen menjadi 5,3 persen; nilai tukar melemah dari Rp13.400 menjadi Rp13.900 dan minyak mentah Indonesia (ICP) dari USD 60/ barel menjadi USD 50/barel.

Menkeu mengatakan bahwa perpres mengenai rincian APBN direncanakan selesai pada akhir November, sementara DIPA dijadwalkan pada bulan Desember. Dengan jadwal ini, bulan januari tahun depan diharapkan proyek dapat langsung dikerjakan. "Kalau dapat segera mulai pelelangan sehingga penandatangan kontrak bisa dilakukan setelah DIPA disahkan bulan Desember. Januari diharapkan bisa dimulai kerja proyek," jelas Menkeu. (fin)