Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Asumsi Lifting Minyak 2014 Diusulkan 900.000 – 930.000 Barel per Hari

Jakarta, 29/05/2013 MoF (Fiscal) News - Menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, penentuan asumsi lifting minyak dalam RAPBN 2014 telah memperhitungkan tingkat produksi saat ini, rencana pengembangan lapangan, dan potensi produksi lapangan baru untuk memacu kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam Rapat Paripurna DPR yang berlangsung Selasa (28/5), Menkeu menyampaikan bahwa lifting minyak dalam RAPBN 2014 diusulkan pada angka 900.000 – 930.000 barel per hari.

"Target asumsi lifting migas yang diajukan oleh pemerintah merupakan kebijakan integral untuk menjaga ketahanan energi nasional dan pengelolaan sumber daya alam, dalam rangka mendukung pertumbuhan perekonomian nasional," kata Chatib, saat memaparkan jawaban atas berbagai pandangan fraksi-fraksi tentang RAPBN 2014.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sohibul Iman tersebut, Menkeu juga menyatakan bahwa koordinasi yang kuat akan terus dilakukan dan lebih dioptimalkan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Realisasi lifting minyak sampai dengan akhir April 2013 memang baru mencapai 832.000 barel/ hari. Sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan, produksi minyak Indonesia telah memasuki periode penurunan masa produksi. Laju penurunan produksi minyak diharapkan dapat tergantikan oleh produksi lapangan baru, dan diperkirakan bisa mencapai produksi satu juta barel per hari di tahun 2015. Sehingga, pemerintah optimis produksi minyak mentah siap jual Indonesia dapat mencapai 900.000 – 930.000 barel per hari di tahun 2014,” jelasnya. (ak)