Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Asumsi Volume BBM Bersubsidi RAPBN 2014 Sebesar 51,04 - 52,41 Juta Kilo Liter

Jakarta, 28/6/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah dan Komisi VII DPR sepakat asumsi volume BBM bersubsidi pada RAPBN 2014 pada kisaran 51,04-52,41 juta kilo liter (kl). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik  mengatakan, angka ini dilihat melalui pertimbangan realisasi saat ini dengan adanya pertumbuhan kendaraan bermotor, dan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dikatakan Jero menyusul telah disetujuinya asmusi dasar RAPBN tahun 2014 yang diusulkan pemerintah kepada Komisi VII DPR.

Rincian untuk volume BBM bersubsidi yakni  Premium dan Bioetanol sebesar 33,50 juta kl, kemudian minyak tanah berkisar antara 1,10-1,20 juta kl, serta minyak solar dan biodiesel sebesar 16,44-17,71 juta kl. Untuk melanjutkan konversi minyak tanah ke LPG, pemerintah mengusulkan subsidi LPG 3 kg pada RAPBN 2014 dalam kisaran 4,78-4,93 juta metrik ton.

“Ini juga sudah mempertimbangkan 2014 itu sebagai tahun pemilu, jadi banyak di antara kita akan berpergian, juga melakukan kampanye yang akan banyak sekali menghabiskan BBM dan itu sudah masuk dalam angka 51,04-52,41 juta kl tersebut,” imbuhnya.

Untuk ICP diusulkan berkisar antara 100 - 115 dolar AS per barel. “Kemudian lifting minyak antara 860-900 ribu barel/hari. Gas bumi antara 1.230 - 1.250 ribu barel oil equivalent per day, ini yang kami usulkan,” katanya. (ak)