Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Awal Tahun, KUR Tersalur Hampir Rp6,5 Triliun

Jakarta, 12/02/2016 Kemenkeu - Sepanjang periode 1 Januari hingga 5 Februari 2016, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersalur Rp6,49 triliun dari total target penyaluran KUR tahun ini yang sebesar Rp103,246 triliun. Menurut keterangan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kredit tersebut telah disalurkan kepada 298.728 debitur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, penyaluran KUR secara lebih tepat sasaran ini nantinya dapat meningkatkan peringkat kemudahan berinvestasi (ease of doing business/EODB) Indonesia. “Penyederhanaan berbagai hal perlu dilakukan agar KUR dapat berkembang dan tepat sasaran, yang pada akhirnya akan menaikkan ranking Indonesia dalam EODB,” jelasnya dalam Rapat Koordinasi terkait KUR pada Kamis (11/2) di Jakarta.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk mengembangkan dan menyederhanakan KUR, Kemenko Perekonomian akan melakukan revisi atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 13 Tahun 2016. Revisi tersebut antara lain mengatur mengenai penyaluran KUR kepada debitur kredit sistem resi gudang yang akan dilakukan secara bersamaan.

Sementara itu, dalam rapat tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan komitmen Kementerian Perindustrian untuk mendorong penyaluran KUR kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu, saat ini, pihaknya tengah menyiapkan dan mengidentifikasi industri kecil yang layak memperoleh KUR dengan pendampingan melalui tim penyuluh lapangan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Menutup rapat koordinasi tersebut, Menko Perekonomian mengajak seluruh pihak untuk terbuka dan mengomunikasikan program KUR agar masyarakat luas dapat menikmati sekaligus dapat mengakses data-data penyaluran KUR. “Rp100 triliun itu angka yang besar, sehingga data KUR harus dibuka, agar lebih banyak orang yang tahu. Ini agar kita lebih baik,” katanya.(nv)