Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi saksi penanda tanganan MoU antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank dan 11 Perguruan Tinggi Negeri dalam rangka pembentukan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) di Aula Mezzanine, Kemenkeu (21/12)

Bangun Kerjasama, Kembangkan Ekspor Indonesia

Jakarta, 22/12/2017 Kemenkeu - Pemerintah menyadari bahwa betapa pentingnya kerja sama dalam rangka meningkatkan upaya ekspor. Untuk itu telah dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank dan 11 Perguruan Tinggi Negeri dalam rangka pembentukan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) / Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Ekspor Indonesia merupakan langkah awal yang dilakukan untuk terciptanya peningkatan dan pengembangan ekspor di Indonesia.

Pada kegiatan ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pentingnya peran ekspor bagi suatu negara. “Ekspor adalah kegiatan yang mampu untuk menggambarkan kompetitivness dari suatu negara, merupakan turunan dari inovasi, produktivitas, dan daya kompetisi antara satu negara dengan negara lain. ” ujarnya di aula Mezanine, gedung Djuanda Kantor Pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta pada Kamis (21/12).

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya dalam mendorong upaya ekspor nasional melalui APBN. Membangun infrastruktur dasar sebagai prioritas, kesehatan dan pendidikan untuk membangun SDM berkualitas yang produktif dan inovatif.

“Setelah pemerintah melakukan investasi dalam bentuk infratruktur, SDM-nya, maka yang lebih penting untuk menunjang hal tersebut dari potensi menjadi actual adalah apabila bisa dijahit bersama dalam sebuah institusional setting dan policy yang coheren,” ungkap Menkeu.

Menkeu juga menambahkan bahwa koordinasi dengan mengikutsertakan Perguruan Tinggi bersama sama membangun suatu upaya untuk meningkatkan eskpor nasional menjadi sangat penting.

“Setelah hal tersebut (investasi pemerintah dikolaborasikan bersama dalam sebuah institusional setting dan policy yang coheren) dilakukan, its necessary but not sufficient untuk bisa membuat ekspor kita meningkat,” ujarnya.

Dengan penandatangan Nota Kesepahaman ini, diharapkan mampu mendukung terciptanya kegiatan riset di bidang kebijakan, regulasi, strategi, pendampingan UMKM, SDM, kelembagaan, dan pengembangan ekspor nasional sehingga mampu menggali lebih jauh potensi ekspor Indonesia. Sebagai informasi awal pembentukan universitas yang tergabung dalam UNIED adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Riau (UNRI), Universitas Mataram (UNRAM), dan Universitas Udayana (UNUD). (tbg/rsa)