Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bank Dunia: Asia Timur-Pasifik Sumbang Dua Perlima Pertumbuhan Ekonomi Global

Jakarta, 13/04/2016 Kemenkeu - Bank Dunia memprediksi, pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik akan tetap bertahan, dan hanya sedikit melambat pada kurun waktu tahun 2016-2018. Laju pertumbuhan di kawasan ini diperkirakan akan melambat dari 6,5 persen pada tahun 2015 ke 6,3 persen pada tahun 2016, dan 6,2 persen pada tahun 2017-2018.

Perkiraan tersebut mencerminkan transisi Tiongkok menuju arah pertumbuhan yang lebih berkelanjutan tetapi melambat. Pertumbuhan di Tiongkok sendiri diperkirakan berada pada kisaran 6,7 persen pada tahun 2016 dan 6,5 persen pada tahun 2017, lebih lambat dibanding pertumbuhan pada tahun 2015 yang sebesar 6,9 persen.

Jika tidak menyertakan Tiongkok, negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik tumbuh 4,7 persen pada tahun 2015. Laju pertumbuhan akan mengalami sedikit kenaikan menjadi 4,8 persen pada tahun 2016 dan 4,9 persen pada tahun 2017-2018. Peningkatan tersebut dimotori oleh pertumbuhan di perekonomian besar Asia Tenggara. Namun, perkiraan untuk masing-masing negara akan bervariasi, tergantung pada hubungan perdagangan dan keuangan dengan negara-negara berpenghasilan tinggi dan Tiongkok, serta ketergantungan terhadap ekspor komoditas.

Meskipun demikian, menurut Wakil Presiden terpilih Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa, kawasan Asia Timur dan Pasifik tetap menjadi kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi global. “Negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik terus memberi kontribusi besar kepada pertumbuhan global. Kawasan ini mencakup hampir dua perlima dari pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2015, lebih dari dua kali lipat dari seluruh kawasan pembangunan yang lainnya,” jelasnya sebagaimana dikutip dari laman Bank Dunia pada Minggu (10/4).(nv)