Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bank Dunia: Pertumbuhan Wilayah Asia Timur dan Pasifik Melambat

Jakarta, 07/10/2015 Kemenkeu - Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan, seiring dengan upaya Tiongkok untuk memperoleh kembali keseimbangan ekonominya dan kemungkinan normalisasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Dalam laporan terkininya yang dilansir pada awal pekan ini, Bank Dunia memperkirakan, negara-negara eksportir komoditas, seperti Indonesia, Malaysia dan Mongolia akan mengalami pertumbuhan lebih lambat. Selain itu, penerimaan negara-negara tersebut juga diperkirakan akan lebih rendah pada tahun ini, akibat menurunnya harga komoditas global.

Oleh karena itu, laporan bertajuk East Asia Pacific Economic Update tersebut menekankan dua prioritas di seluruh kawasan. Pertama, manajemen makroekonomi yang baik, dengan tujuan untuk memperkuat kelemahan eksternal dan fiskal. Kedua, reformasi struktural lebih mendalam, dengan fokus pada upaya untuk semakin menarik investasi swasta.

Selain itu, masih menurut laporan tersebut, pembuat kebijakan di kawasan perlu tetap fokus pada reformasi struktural yang memberi dasar pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dan inklusif. Reformasi ini termasuk perbaikan regulasi keuangan, tenaga kerja dan pasar produk. Kebijakan tersebut diyakini akan memberi kepercayaan kepada investor dan membantu mempertahankan pertumbuhan yang dapat mempercepat pengentasan dari kemiskinan.(nv)