Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bank Dunia Proyeksikan Angka Kemiskinan Indonesia  Menurun

tes


Bank Dunia Proyeksikan Angka Kemiskinan Indonesia  Menurun


Jakarta, 28/09/2010 MoF (Fiscal) News - Bank Dunia memproyeksikan tingkat kemiskinan pada masa mendatang terus menurun. Penurunan persentase kemiskinan terbesar terdapat di Sulawesi, khususnya Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Hal ini disampaikan Ekonom Senior Bank Dunia untuk lndonesia Enrique Blanco Armas, pada Selasa (28/09).

“Setidaknya hingga tahun depan, angka kemiskinan di Indonesia akan terus menurun. Sementara di antara ketiga kota tersebut, Gorontalo berhasil mengentaskan tingkat kemiskinan yang paling besar, baik pada daerah pedesaan maupun perkotaan,” paparnya. Mengenai arus modal asing yang masuk, Bank Dunia menilai, dengan derasnya arus modal asing yang masuk, Indonesia  mengalami pemulihan ekonomi di berbagai bidang.

Bank dunia juga mengingatkan terdapat tantangan untuk masa depan, yaitu tantangan kebijakan jangka pendek yang meliputi cara menanggapi tekanan inflasi sembari memastikan arus capital flow yang lebih stabil dan berkelanjutan. “Arus modal ini diharapkan dapat membantu memenuhi potensi pertumbuhan indonesia, serta mendukung perbaikan taraf hidup seluruh penduduk (rakyat),” ujar Enrique. Bank Dunia melihat arus modal masuk pada saham, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Utang Negara (SUN) mendorong peningkatan harga aktiva dalam negeri. BI berupaya mengelola pergerakan liar aliran dana tersebut dengan mengumumkan peraturan moneter yang baru, pada bulan Juni lalu.

Menurut Bank Dunia, saat ini Pemerintah Indonesia menghadapi beberapa prioritas mendesak, yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi serta memastikannya agar dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus menangani keterbatasan kegiatan sektor swasta yang disebabkan oleh ketidakcukupan prasarana. “Hal tersebut telah tercermin dalam RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2011. Pemerintah di masa mendatang juga harus mampu mengatasi masalah keterbatasan infrastruktur,” pungkasnya.
(uno)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1