Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BBM Satu Harga, Potensi Penghematan Capai Rp30 Triliun

Jakarta, 30/04/2013 MoF (Fiscal) News – Penerapan satu harga bagi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan mendorong penghematan anggaran belanja hingga sebesar Rp30 triliun. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang P.S. Brodjonegoro.

Menurutnya, angka penghematan tersebut lebih besar dibanding potensi penghematan yang dihasilkan dari kebijakan dua harga BBM bersubsidi yang sedang diwacanakan pemerintah, yakni bagi angkutan umum dan kendaraan pribadi roda empat. “Itu karena semua kena, dan lebih penting lagi kalau twin price itu ada kemungkinan bocor. Potensi saving (penghematan) bisa berkurang, kalau penerapan di lapangan tidak mulus,” jelasnya.

Ia menambahkan, idealnya kenaikan harga BBM terjadi pada Bulan Mei, karena dengan penerapan yang lebih dini, maka penghematan konsumsi premium dan solar bersubsidi dapat dilakukan lebih cepat. “Kalau bulannya makin lambat kan makin sedikit saving-nya,” ujarnya.

Selain itu, apabila pemerintah memberlakukan satu harga BBM bersubsidi, dampak inflasinya diperkirakan hanya berlangsung selama tiga bulan, dan tambahan alokasi belanja sosial siap diberlakukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). “Dampak inflasi tidak permanen, karena hanya sementara di tiga bulan pertama, habis itu selesai, dan anggaran kita bisa lebih sehat,” pungkasnya.(nic)